ADA BAND - HARMONIOUS


Meski sudah beberapa kali bongkar pasang personel, Ada Band, sepertinya masih ingin berusaha eksis di panggung musik Indonesia. Terbukti, setelah di tinggal Krishna Balagita (keyboard), Ada Band- dengan hanya tiga personel, Donnie Sibarani (vokalis), Marshal S. Rachman (gitaris) dan Dika Satjadibrata (bassis) mampu merampungkan album ke-sembilan mereka yang berjudul "Harmonious". Sebelas lagu disuguhkan ala Ada Band, yakni; Armada

Harmonious: Ada Band Tampil Lebih Dewasa

Meski sudah beberapa kali bongkar pasang personel, Ada Band, sepertinya masih ingin berusaha eksis di panggung musik Indonesia. Terbukti, setelah di tinggal Krishna Balagita (keyboard), Ada Band- dengan hanya tiga personel, Donnie Sibarani (vokalis), Marshal S. Rachman (gitaris) dan Dika Satjadibrata (bassis) mampu merampungkan album ke-sembilan mereka  yang berjudul "Harmonious". Sebelas lagu disuguhkan ala Ada Band, yakni; Armada Masa Depan, Baikknya, Musik, Pemain Cinta, Pesona Potretmu, Bukan Cinta Sempurna, Mimpi, Cinta Sempurna, Hati Tunggal, Kuat Dahsyat, dan Suara Kecewa.

Apa yang berbeda dari album ini dibanding dengan album Ada Band sebelumnya? Secara materi musikal, kemampuan Ada Band tidak bisa diragukan lagi. Namun, band yang sempat terkenal dengan syair lagunya yang romantis ini, kini nampak lebih dewasa dalam bermusik, membuat arransement, hingga lirik. Implikasi yang tidak bisa dihindari adalah, karakter musik Ada Band yang sempat melejitkan beberapa hitsnya dalam setiap album, tampaknya kini sudah berkurang, dan terlihat lebih general.

Simak saja mulai dari tembang pertama mereka, "Armada Masa Depan". Lagu ciptaan Dika Satjadibrata, memiliki karakter musik yang berbeda. Lagu yang bertutur tentang persahabatan dan optimisme ini musiknya memang cukup unik. Diawali dengan suara flute dari additional player, Doni Koeswinarno, yang dipadu dengan harmonisasi gitarnya Marshal S. Rachman menghasilkan musik yang easy listening. Namun, dari sisi lirik tampaknya kurang memiliki kekuatan layaknya lagu-lagu Ada Band sebelumnya. Hasilnya adalah suara sang vokalis Donnie kurang tampak terdengar karakternya. Artinya, jika lagu ini dibawakan oleh penyanyi lain, akan ada kesamaan dengan suara Donnie, namun dalam hal musik sangat Ada Band sekali.

Tembang kedua bertitel "Baiknya" karya Marshal justeru sangat kental sekali menampilkan karakter  Ada Band. Mulai dari musiknya yang enak didengar, syairnya yang romantasi hingga suara Donnie yang pas membawakan lagu bertema patah hati karena ditinggal kekasih ini.

Tak bisa dipungkiri, salah satu yang menjadi ciri khas-nya Ada Band adalah dentingan keyboard-nya Krishna Balagita yang kini digantikan posisinya oleh additional player,  Irfan Chasmala. Dilagu berjudul "Pemain Cinta" dan "Cinta Sempurna" kita diingatkan kembali oleh kiprahnya Krishna. Sangat jelas sekali perbedaan permainan antara orang "luar" dengan personel inti dalam hal penghayatan lagu dan improvisasi. Untungnya, alunan vokal, dan bait lirik  yang menjadi andalan sehingga tetap membingkai lagu dalam karakter bermusik Ada Band.

Dilagu "Kuat Dahsyat" kita dihentakan dengan alunan gaya nge-rock Ada Band. Musik kolaboratif antara suara gitar dengan drum yang berpadu dengan backing vocal, cukup terlihat sekali  sebagai hasil karya eksperimental Dika dan Donnie. Dalm hal syair, dilagu ini juga sangat terlihat kedewasaan Ada Band, misalkan "Cinta bukan hanya untuk dipermainkan/Cinta harus dihargai dan dihormati.

Sepanjang pengamatan penulis terhadap kiprah Ada Band di blantika musik Indonesia, album terbaru ini sangatlah beda. Ada Band sepertinya ingin menampilkan sosok sejati sebagai musikus yang memiliki kedewasaan dalam bermusik dan mencoba menampilkan karya eksperimental dan dinamis. Memang, belum terlihat pergerakan lagu di album terbaru ini yang menyodok menjadi hits nomor 1 sebagaimana yang pernah diraih dalam album-album sebelumnya. Yang pasti ada, sejumlah lagu yang bisa diandalkan seperti terdapat pada "Armada Masa Depan", "Baiknya", "Cinta Sempurna", dan "Kuat Dahsyat". Semoga saja, Kiprah kelompok musik asal Yogyakarta ini bisa terus eksis dan menghasilkan mahakarya terbaik dalam kancah musik Indonesia saat ini dan mendatang. [lysthano/foto: EMI]