Rhoma Irama dan Politik Dakwah dalam Nada

Selasa, 24 Juni 2014

Sebagai seorang maestro dalam musik dangdut, Rhoma Irama mendapat begitu banyak perhatian. Wajar saja, karena pemilik nama asli Raden Irama ini memang banyak melahirkan karya fenomenal  dan yang melegenda. Seperti diketahui, Rhoma sukses melahirkan icon baru dalam panggung musik Indonesia. Kesuksesan pencapaian ini banyak mendapat perhatian dari banyak pihak, mulai dari pengamat musik biasa hingga pengamat, sekaligus fans yang memiliki gelar profesor di bidang musik.

Ketertarikan para pengkaji dangdut (yang diusung Rhoma) cukup beralasan karena  membawa efek yang cukup signifikan bagi masyarakat. Seperti dalam catatan Andrew N. Weintraub, lirik lagu karya  Rhoma ikut mempengaruhi sikap masyarakat dalam menyikapi sesuatu. Tidak hanya itu, Andrew juga mengulas bagaimana dangdut menjadi booming sejak diperkenalkan Rhoma.

Banyak yang mengakui  karya musik Rhoma memang lain dari pada yang lain. Kemampuan dia mengkolaborasi musik dangdut dengan musik yang modern menjadi kelebihannya dan sangat layak untuk dijual.  

Kisah perjuangan Rhoma dengan musik dangdut-nya dinilai telah menginspirasi musisi dangdut setelahnya. Tidak hanya itu, para musisi Rock dan Jazz Indonesia juga banyak yang memperoleh "berkah" setelah ikut melantunkan lagu dangdut, salah satunya Ahmad Albar yang melansir tembang  "Zaskia".

Literasi musik Indonesia yang membahas musik yang diusung Rhoma dari waktu ke waktu juga semakin banyak, salah satunya buku yang ditulis Moh Shofan dan  diterbitkan  oleh penerbit "Imania". Sebetulnya beberapa tahun sebelumnya seorang profesor musik dari Amerika, Andrew N. Weintraub,  juga menulis tentang musik yang diusung Rhoma. Lewat bukunya yang berjudul "Dangdut Stories: A social and musical history of Indonesia 's most popular Music", Andrew mengkajinya dengan sangat baik. Tidak bisa dipungkiri, akibat karya Andrew musik dangdut mendapat tempat tersendiri bagi penggemarnya di manca negara. Profesor yang juga pengagum Rhoma itu bahkan mendirikan  orkes dangdut dan banyak menggelar konser di Amerika.  


Buku karya Moh Shofan memberi sorotan lain dari kiprah Rhoma dipanggang musik indonesia. Sebagai seorang penggemar "fanatik" Shofan banyak menelaah Rhoma dari banyak sisi, tidak kecuali dalam hal lirik lagu Rhoma. Menurutnya, Rhoma berhasil mendobrak teks lagu  yang saat itu dirajai dengan teks percintaan, pesolekan dan patah hati di gantikan. Rhoma masuk lebih dalam dengan lirik yang menyentuh berbagai kalangan. Kecerdasan Rhoma menggali teks dari kitab suci Al-Quran berhasil menebarkan lirik moral dengan landasan "Amal Makruf Nahi Munkar" kepada masyarakat, seperti dalam tembang "Judi, "Mirasantika", "Pembaharuan", dan "Begadang"
 

Bagi Rhoma, dirinya bukan seorang biduan musik atau penyanyi yang melantunkan lagu tanpa sebuah misi yang jelas. Musik baginya harus bisa mempengaruhi dan merubah. Musik bisa dijadikan alat untuk menebarkan dan mengajak kebaikan kepada masyarakat.  

Buku setebal hampir 300 halaman ini memberikan paparan yang gamblang terhadap misi musik yang dibawa Rhoma. Kajian lirik dengan muatan kontent dakwah dikupas tuntas oleh Shofan, termasuk  dilengkapinya dengan berbagai kutipan dan catatan kaki dari banyak literasi tentang Rhoma diberbagai media. Tidak hanya itu, Shofan yang juga aktivis dalam komunitas penggemar Rhoma Irama dan Soneta melengkapi karyanya dengan catatan kritis cendekiawan Fachry Ali yang menelisik musik dangdut sebagai "Counter-Culture".

Buku ini bisa dibilang cukup up-to-date, karena melengkapi kiprah Rhoma Irama hingga tahun 2014 ini. Rhoma yang pernah sukses menggalang massa untuk memenangkan sebuah partai dalam pemilu tahun 70 dan 80-an hingga kini diyakini masih memiliki kharisma untuk menggaet massa. Belakangan, Rhoma mendapat dukungan dari banyak penggemar untuk maju sebagai Calon Presiden Republik Indonesia. Sayang , karena masih kurangnya dukungan dari partai, Rhoma batal menjadi calon, namun dia masih ingin berkiprah dalam bidang politik. [lyz/foto:imania]

 

 

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini