Jazz yang Merakyat ada di Ngayogjazz 2014

Selasa, 4 November 2014

Sejak lama musik Jazz di tanah air terlihat begitu "elitis" karena hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu saja. Namun, dalam perkembangannya, musisi tanah air mencoba "membumikan" musik ini dengan menggabungkan dengan musik daerah.  Tidak hanya itu, konsep pagelarannya pun dibuat  merakyat, misalkan ada Jazz Pasar, Jazz Kampus, Jazz Gunung dan lain sebagainya.

Salah satu gelaran pesta Jazz yang unik adalah "Ngayogjazz" yang digelar di Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Uniknya acara ini adalah dengan melibatkan  masyarakat disekitarnya. Warga tidak hanya menikmati acara, tetapi juga terlibat langsung di dalamnya. Ada kesenian tradisional sekaligus pasar jazz yang bisa diikuti oleh warga.  Selain itu, Ngayogjazz tetap pada ciri khas awal, yakni  menyajikan suguhan terbaik tanpa memungut biaya sepersen pun.

Seperti diketahui, "Ngayogjazz" sudah berjalan semenjak tahun 2007. Tak hanya menampilkan musisi yang sudah mapan, ajang ini juga membuka ruang bagi komunitas dan musisi-musisi muda untuk berkembang. Ngayogjazz mendukung para musisi jazz muda untuk mendokumentasikan karya dan menunjukkannya kepada publik. Tidak hanya itu, ada juga workshop yang digelar untuk menjadi ruang bertemunya musisi senior dengan para musisi muda. Proses persemaian bibit-bibit muda jazz inilah yang kemudian menjadi salah satu tujuan digelarnya Ngayogjazz.

Pesta budaya Ngayogjazz kali ini lebih menekankan pada kebersamaan untuk menjadi harmoni yang selaras. Jadi tidak hanya dialog antara musisi dan penikmat jazz yang terjadi di dalamnya, tetapi juga bersama masyarakat setempat untuk membangun kerukunan dan kebersamaan dalam sebuah jamming session yang besar.

Tahun 2014 kali ini, untuk melepaskan sejenak kepenatan dari tahun yang melelahkan, Ngayogjazz membawa yang terlibat bergembira, mengedepankan tagline "Tung Tak Tung Jazz". Berangkat dari filosofi kendang, tagline ini berusaha untuk mengangkat bahwa ada dua sisi pada kendang yang mempunyai bunyi yang berbeda. Jika didengarkan baik-baik, nada kendang yang indah ini juga penuh dengan nuansa kegembiraan dan suka cita.

Hal inilah yang kemudian berusaha untuk digambarkan dalam Ngayogjazz, membawa kegembiraan dan juga memberi ruang untuk setiap perbedaan dengan tujuan agar perbedaan tersebut dapat berjalan beriringan dalam kerukunan. Dengan harapan ruang ini akan menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya tunas-tunas muda yang eksploratif, inovatif, dan kreatif, yang nantinya akan menjadi harapan baru bagi musik jazz Indonesia.

Selain itu juga Ngayogjazz juga berupaya untuk berkontribusi dengan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang kesenian tradisional. Karena lokasinya yang berada di desa dan sifatnya gratis, Ngayogjazz diharapkan dapat merangkul masyarakat lintas sosial sehingga bisa memunculkan satu fenomena menarik.

Masyarakat modern menyaksikan kesenian tradisional sedangkan masyarakat desa menikmati sajian musik jazz. Fenomena lintas kultur semacam inilah yang kemudian diharapkan mampu untuk membentuk kepribadian masyarakat yang peduli terhadap kesenian yang ada di sekitar mereka dan berlanjut hingga ke depan nanti. [kpl/c2/foto:istimewa]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini