Thanks So Much Glenn, Selamat Jalan...

Sabtu, 11 April 2020

Secara personal saya memang tidak méngenal Glenn Fredly, namun harus diakui, saya selalu mengikuti perjalanan karirnya. Kiprahnya di dunia musik cukup panjang, saya kenal karya pertama beliau  dari album Funk Section tahun 1995. Bak seorang peramal, saya kok meyakini beliau bakal menjadi musisi hebat. Diawal karirnya, salah satu musisi panutan Glenn adalah Idang Rasjidi. Dan tidak bisa dipungkiri, Idang Rasjidi menjadi salah seorang yang berpengaruh bagi karirnya Glenn Fredly.  "Glenn bagi saya seperti anak saya sendiri," ujar Idang Rasjidi beberapa waktu lalu. 

Harus diakui, Glenn  memang seorang manusia pembelajar. Hal-hal yang membuatnya senang dan kagum selalu dicari tahu, digali dan dipahami. Nyatanya memang demikian, dan terbukti perkembangan kemampuan (skill) bernyanyi dan didukung dengan bakatnya dalam dunia musik semakin tampak. Dan dalam waktu beberapa tahun saja, Glenn memberanikan diri meluncurkan album bertajuk “Glenn” (1998) yang terdiri dari 9 lagu, diantaranya yang menjadi hits : cukup sudah, esok kan masih ada (dipopulerkan Utha Likumahuwa), dan mimpi biru.

Selain pembelajar, diawal karirnya Glenn Fredly adalah sosok orang yang percaya diri. Dengan kualitas vokalnya yang baik, dia berani tampil  dalam sejumlah pertunjukan. Diatas pangggung Glenn mampu bernarasi dan komunikatif dengan penonton. Dalam sejumlah video klipnya, Glenn juga tampak enjoy dan menikmati aktingnya. Tidak heran pula, jika dalam perjalanan karirnya, Glenn pernah mencoba dunia film dengan menjadi Produser  untuk film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi dan Surat dari Praha

Glenn dengan kemampuan musikalitasnya yang kian berkembang menjadi landasan dirinya untuk total berkarier si dunia musik. Dia tidak segan-segan belajar dengan para seniornya, sebut saja  penyanyi Ruth Sahanaya. Di tahun 2016 lalu, tepat di hari ulang tahun Glenn dan di tahun Ruth Sahanaya merayakan 30 tahun berkaryanya, Glenn membuat sebuah konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Ruth Sahanaya pada tanggal 30 September 2016 di Balai Sarbini, Jakarta. 

Satu hal yang membuat saya salut dengan Glenn adalah totalitas dalam hal musik. Bukan saja karir pribadinya yang dikejar, namun juga Glenn memikirkan bagaimana musik Indonesia bisa berkembang dan lestari. Selain aktivitas pribadinya bermusik, Glenn bersama dengan rekan-rekannya menginisiasi berdirinya kota musik di Indonesia, yakni kota tempat kelahirannya Ambon. Ya, pada 31 Oktober lalu atau bertepatan dengan Hari Kota Sedunia, UNESCO menobatkan Ambon sebagai salah satu Kota Musik Dunia. Kota terbesar sekaligus ibu kota di Provinsi Maluku itu bersanding dengan 65 kota lain, dan tergabung dalam Jaringan Organisasi Kota Kreatif.

Pengembangan komunitas musik juga jadi perhatian Glenn. Tahun 2018, saya ingat Glenn menginisiasi terbentuknya  sebuah acara musik di salah satu mal di Jakarta bertajuk “musik bagus”. Dalam ajang itu, selain panggung musik yang di isi para musisi, Glenn juga menggandeng para musisi baru untuk tampil. Acara yang rutin digelar setiap bulan itu cukup meriah, karena selain menghadirkan banyak musisi, panitia juga menghadirkan kios-kios musik yang menjual beragam barang terkait dengan musik, seperti kaset, cd, piringan hitam, merchandise dan clothing. Glenn sangat paham, musik harus lestari, makanya beliau senang dengan para komunitas, pecinta musik, dan para kolektor yang melestarikan banyak rilisan fisik dari para penyanyi idolanya. 

Sayang acara hanya berjalan satu tahun, hingga akhirnya Glenn menghetikan ajang musik bagus dan kembali menggagas tempat atau venue musik baru di kawasan Blok M. Glenn bersama sejumlah rekan, salah satunya eks jurnalis majalah Rollling Stones, Wendi Putranto, merancang sebuah tempat tongkrongan anak muda, dimana setiap minggunya digelar acara musik. Tempat yang bernama M Bloc Space. Hingga tulisan ini ditulis, Mbloc space masih kokoh berdiri dan menggelar sejumlah acara musik.

Sosok Glenn bagi saya adalah sosok yang langka. Sejumlah karyanya menjadi Hits dan selalu dinyanyikan oleh anak-anak  muda hingga saat ini. Bisa jadi orang tua dari anak-anak muda itu memiliki kenangan tersendiri dengan lagu-lagu cinta Glenn yang menyentuh. 

Kemarin, 8 April 2020, laman social media saya dipenuhi dengan ucapan belasungkawa atas wafatnya Glenn Fredly, sekaligus ajang share karya-karya terbaik  Glenn yang membekas dihati. 

Glenn memang meninggalkan kesan yang dalam bagi para penggemarnya. Dia merupakan sosok yang ramah dan menyenangkan. Glenn adalah fenomena musik Indonesia. Indonesia pantas merasa kehilangan atas kepergian Glenn menghadap Yang Kuasa. 

Glenn..  Thanks so much sudah menjadi inspirasi anak-anak muda untuk mencintai dan melestarikan musik Indonesia. [foto: istimewa]

 

SR Lysthano

Independent  writer and music enthusiast

 
comments powered by Disqus