Hip Hop Jawa Istimewa Jogja Hip Hop Foundation

Sabtu, 28 April 2012
Hip Hop Jawa Istimewa Jogja Hip Hop FoundationKendati menggunakan dominan adalah bahasa Jawa dalam penyampaiannya, namun terlihat penonton yang memadati Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki tetap bisa menikmati. Pagelaran NewYorkarto pada Kamis, 27 April 2012, memadukan musik hip hop yang dibawakan apik oleh kolaborasi Kill The DJ (Mohamad Marjuki), Jahanam (Heri Wiyoso a.k.a M2MX dan Balance Perdana Putra a.k.a Ngila) dan Rotra (Janu Prihaminanto a.k.a Ki Ageng Gantas dan Lukman Hakim a.k.a Raja Pati) yang tergabung sebagai Jogja HipHop Foundation (JHF) Crew dengan musik gamelan dan string orkestra dari Kua Etnika. Djaduk Ferianto lah yang bertanggung jawab membuat sebagai music director.

Suguhan wayang oleh Ki Catur "Benyek" Kuncoro yang mengisahkan Goro-Goro dengan tokoh punakawan bertemu versi wayang JGF Crew. Dalang edan ini sukses mengocok perut penonton dengan guyonan-guyonan segar. Namun untuk urusan guyonan, Djaduk pun ikut memberikan umpan-umpan "nakal" yang langsung dibalas oleh Ki Catur. Semakin meriah lagi ketika Soimah pun turut hadir. Bintang tamu Iwa K dan Saykoji adalah sasaran dari guyonannya. Iwa K membawakan kembali lagu terpopuler miliknya, "Bebas", sedangkan Saykoji merapalkan lagu "Online". Kedua lagu tersebut diaransemen ulang dengan versi Kua Etnika.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh JHF Crew tak hanya sekedar berkisah tentang kehidupan sehari-hari mereka. Namun banyak filosofi yang tak kalah menariknya. "Ngelmu Pring" mengajarkan tentang filosofi sebuah bambu. "Sembah Raga" adalah sebuah lagu dengan lirik kuat yang dikutip dari puisi karya Sindhunata."Cintamu Sepahit Topi Miring" adalah sebuah sindiran tentang masa muda yang dihabiskan sebagai "penyembah" minuman keras. Tentu saja "Jogja Istimewa" pun tak kalah dalam hal makna. Lagu ini seolah menjadi anthem bahwa keistimewaan Jogja tidak dapat diganggu gugat dan telah menjadi bagian dalam masyarakat Jogja.

Sindiran-sindiran halus dan sarkas pun dihadirkan oleh Butet Kartaredjasa. Negara dan para pejabat sampai dengan orang nomor satu di Indonesia menjadi sasaran tembak sindirannya. Sudah tentu JHF Crew sebagai tuan rumah pun tak lepas dari mulutnya yang tajam. Memang untuk urusan menyentil, Butet seperti tak pernah kehabisan materi.

Secara keseluruhan, pementasan NewYorkarto menggambarkan perjalanan JHF Crew dalam membangun mimpi dan idealisme bermusik. Suka duka serta perkembangan dan pencapaian musik JHF Crew, serta bagaimana akar tradisi membentuk dan memberi semangat bermusik, serta pergaulan dengan musik-musik hip hop dunia. JHF Crew membuktikan bahwa musik adalah bahasa yang mempersatukan semua kalangan. NewYorkarto berlangsung dengan guyub dan meriah akan tawa dan keriaan.

Nice show, dab!!!
comments powered by Disqus