LA Light Java Soulnation 2012

Keceriaan Di Penghujung September

Senin, 1 Oktober 2012
Keceriaan Di Penghujung September

LA Lights Java Soulnation Festival 2012 selama tiga hari pagelaran (28,29 dan 30 September 2012) dihadiri oleh ribuan orang yang memadati Istora Senayan Jakarta. Puluhan musisi mengisi lima panggung yang  tersedia secara bergantian. Aneka tingkah polah dan musik pun digulirkan dari atas panggung.

Sashi, Jemima, Lala Karmela, Emily Laras dan Renita tampil sebagai Spice Girls dalam pagelaran bertajuk Spice Girls Experience di LA Lights Main Stage di hari pertama. Penonton riuh melihat aksi mereka. Sebentuk nostalgia tercipta, ketika sederetan lagu milik Spice Girls dibawakan.

Hari pertama LA Lights Java Soulnation juga dimeriahkan oleh Calvin Jeremy, Stereomantic, Rafi & The Beat Experience, Gamaliel, Audrey & Cantika, Homogenic, Soulmate, Wisnu serta beberapa nama lainnya.  Di panggung Indosat Stage, penonton dipukau oleh penampilan dan suara Shandy Sondoro.

Kembali nostalgia tercipta di LA Lights Main Stage yang terletak di dalam gedung Istora Senayan Jakarta. Penyebabnya adalah kehadiran Bryan Abrams, Kevin Thornton, dan Mark Calderon yang tergabung dalam Color Me Badd. Meski tanpa Sam Watters, Color Me Badd tetap menarik dalam beraksi.

Meski usia tak lagi muda, mereka tak segan menari seperti layaknya boyband. Penonton pun tak peduli meski suara personel sudah tak sanggup lagi menjangkau nada tinggi. “Come and Talk to Me”, “I Adore Mi Amore”, ”Love Me Forever”, dan “Earth Sun and the Rain” tetap mendapat sambutan hangat dari penonton. Semakin meningkat ketika “Close To Heaven” dibawakan. Tak terbendung penonton bernyanyi.

Di panggung yang sama Kamaljit Singh Jhooti atau dikenal dengan Jay Sean menghentak di waktu yang berbeda. Selain menyanyi dan melakukan rapalan alias sebagai rapper, Jay menunjukkan keahliannya dalam melakukan beatbox. Musisi asal Inggris berdarah India ini sempat pula nge-rap memakai bahasa India.

Di penghujung malam, Hercules & Love Affair menghantarkan musik disco, nu-disco dan house. Sementara di Wonderful Indonesia Stage, Horney Browney yang menghadirkan DJ Cream, Barry Likumahuwa dan Kyriz Boogieman menutup hari pertama.

LA Lights Java Soulnation Festival 2012 hari kedua dibuka oleh Stereocase dan Aldisyah pada pukul 16.45. Penonton kemudian melangkah menuju ke dalam Istora Senayan Jakarta untuk menyaksikan aksi energik Dewi Sandra.  Sempat pula dia turun dari panggung dan memanjat pagar pembatas untuk menghampiri penonton. Diajaknya seorang penonton untuk menjadi rekan duet menyanyi.

Valerius yang telah tampil di LA Lights Java Soulnation 2011 kembali hadir. Grup band asal Belanda ini menjaga serunya suasana di Indosat Stage. Sementara di waktu bersamaan, Tulus “menghamburkan” romantisme melalui lirik-lirik lagunya. Hari kedua dipenuhi pula oleh aksi Ron, Wizzow Batik Tribe, Bubugiri, Rock n Roll Mafia, Easy Tiger maupun Bayu Risa.

Hercules & Love Affair kembali mengajak berdansa. Kali ini mereka tampil di LA Lights Main Stage. Setelahnya ratusan tangan penonton teracung di udara ketika menyaksikan Bone Thugs-n-Harmony di Indosat Stage. Grup yang mendapat gelar kehormatan the most melodic hip hop grup of all time dari MTV ini tahu benar bagaimana berpesta.

Scissor Sisters menjadi special show pertama di LA Lights Java Soulnation Festival 2012. Jake Shears dan Ana Matronic as (vokal), Babydaddy (multi-instrumentalist), Del Marquis (gitar dan bass) dan Randy Real (drum) tampil energik. Meski Istora tak terisi penuh, namun mereka tetap saja bersenang-senang tanpa peduli jumlah penonton. Musik yang merupakan gabungan glam rock, pop rock, nu-disco, electroclash maupun alternative memukau penonton untuk bersenang-senang.

Hari terakhir jumlah penonton yang hadir semakin membeludak. Ecoutez menyapa di Indosat Stage dengan lagu-lagu romantis milik mereka sendiri maupun lagu orang lain yang dibawakan dengan versi Ecoutez. Salah satu lagu yang menjadi “korban” aransemen ala Ecoutez adalah “Love is You” milik Cherrybelle.

Sebuah proyek seru dengan tajuk LA Lights Music Project dihadirkan. Proyek ini adalah sebuah tantangan untuk mengolah konsep baru dalam musik yang mereka gubah. Hasilnya adalah Gecko berkolaborasi dengan Shandy Sondoro. The Banery mendadak reggae bersama Ras Muhammad. Joshua March “mesra” menyanyikan lagu berbalut jazz bersama Andien. Sementara LARS berduet dengan Millane Fernandez.  Gempuran rock Respect berbaur dengan beatbox dari Jevin Julian.

Di Indosat Stage, Raisa berhasil mencatat rekor yang masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Prestasi yang ditorehkan adalah dengan mengajak penggemarnya atau siapa saja yang tergugah untuk mengunggah video tengah menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dalam sebuah proyek yang diberi tajuk Sing Along Digital.

James Morrison sepertinya adalah tujuan utama ribuan penonton semakin membanjiri panggung utama LA Lights Main Stage. Penyanyi asal Inggris yang mendapat predikat the biggest selling British male solo artist of 2006 ini menyanyikan lagu-lagu yang didominasi oleh lirik romantis. Penonton dengan ragam usia terbuai dengan lagu “Beautiful Life”, “This Boy”, “In My Dreams”, “I Wont Let You Go”, maupun “Broken Strings”. Tentu tak lupa lagu yang paling populer, “You Give Me Something”.

Berbeda ketika Robin Thicke beraksi di panggung yang sama. Penonton didominasi oleh rentang usia dewasa. Kehadiran pria asal Amerika yang pernah menulis lagu dan bekerjasama dengan Jennifer Hudson, Usher, Mary J. Blige, Christina Aguilera, Lil Wayne, dan 50 Cents ini berhasil membuat histeris penonton, terutama kaum wanita.

Thicke pun seolah tahu benar bagaimana memanfaatkan pesonanya. Lihatlah bagaimana semakin histerisnya penonton ketika Thicke mendesah sambil kedua tangannya bergerak naik turun membelai tiang mikropon. Belum lagi muatan lirik seductive yang menggoda seperti “Sex Therapy” … Baby, thats all for you to do, let your body be Ill lick you down, Ill make you feel like youre out of body The doctors here for you…

Project 9 yang merupakan kolaborasi Ran dan Soulvibe di Indosat Stage menjadi penutup LA Lights Java Soulnation Festival 2012. Ajang pesta tahunan ke-5 ini pun menandai akhir September dengan kemeriahan. Tentu kemeriahan tersebut akan kembali dilanjutkan Java Festival Production pada tahun ke-6 di tahun 2013 nanti.

[Yose/IT/foto:Yose] 

comments powered by Disqus