Konser Hari Kedua Maroon 5 Tetap Lasak

Sabtu, 6 Oktober 2012
Konser Hari Kedua Maroon 5 Tetap Lasak

Sunday morning
rain is falling
....


Hujan mengguyur Jakarta. Bukan pada hari minggu. Bukan pula pagi hari. Kamis dan Jumat (4 dan 5 Oktober 2012) petang hujan membasahi tanah dan tubuh orang-orang yang akan memasuki Istora Senayan Jakarta. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk melihat konser yang masuk dalam rangkaian Overexposed World Tour band asal Los Angeles, California, Maroon 5.

Setelah konser sukses pada 27 April tahun lalu, JAVA Musikindo kembali memboyong Maroon 5. Kali ini tidak hanya satu hari, melainkan dua hari berturut-turut digelar. Alhasil, ribuan orang selama dua hari berduyun-duyun datang untuk menyaksikan grup band yang terlahir dengan nama Karas Flowers ini.

Konser kedua kali Maroon 5 di Jakarta berlangsung "berlebihan" bila dibandingkan dengan konser perdana tahun lalu. Adam Levine sebagai front man tampil lebih lasak di atas panggung yang lebih luas. Melompat dan berjalan dari kiri ke kanan mengitari panggung kerap dilakukannya. Maroon 5 pun dihujani oleh tata cahaya indah dan lebih semarak yang turut pula memberi nyawa tambahan pada tiap lagu yang disuguhkan.

Ada perubahan dalam susunan personel Maroon 5. Adam Levine, Mickey Madden (bass), James Valentine (gitar),dan Matt Flynn (drum) dilengkapi oleh dua orang personel. PJ Morton yang awalnya hanya sebagai anggota tambahan untuk tur, didapuk menggantikan Jesse Carmichael untuk memainkan keyboard. Kemudian hadir pula Sam Farrar yang memegang peranan menghiasi lagu-lagu dengan petikan gitar dan turntable-nya.

Sam yang merupakan pembetot bass di grup band rock n roll Phantom Planet tidak hanya terlibat sebagai additional player. Pada dua album terakhir Maroon 5, Hands All Over dan Overexposed, Sam pun dilibatkan sebagai co-writer dan co-producer. Sempat pula menggantikan Madden memainkan bass pada 31 Agustus 2012, ketika Maroon 5 tengah konser di Argentina.

Bila hari pertama ribuan penonton menyemuti Istora Senayan Jakarta, pemandangan yang tidak jauh berbeda juga terjadi di hari kedua. Sejak siang, mereka sudah membentuk barisan mengular. Masih pula didominasi oleh kaum hawa di barisan penonton tersebut.

Alexander DeLeon (vokal), Alex Marshall (keyboard), Joey Thunder (bass), Dave Briggs (drum) dan Chantry "Chance" Johnson (gitar) terlebih dahulu tampil sebagai pembuka. Band asal Las Vegas, Nevada, yang mengusung nama The Cab ini menyapa ribuan penonton yang memadati Istora Senayan dengan lagu-lagu beraromakan alternative rock. Jeritan histeris pun sudah dimulai oleh penonton menyaksikan band yang disebut sebagai "The Band You Need to Know 2008" oleh majalah Alternative Press ini

Setelah The Cab silam, teriakan semakin membahana di seantero Istora Senayan. Tempik sorak penonton semakin menggila ketika satu per satu personel Maroon 5 hadir di atas panggung. Tentu teriakan paling kencang dan semakin histeris ketika Adam muncul paling terakhir. Mereka kompak mengenakan pakaian serba putih.

Tak dapat dipungkiri pesona Adam Levine memang sangat besar. Ribuan penonton wanita histeris melihat pria yang terlibat dalam acara pencarian bakat The Voice. Kemana pun Adam mengarahkan pandangan dan tangan, sontak teriakan histeris penonton akan turut pula menyertai. Lihat pula reaksi penonton ketika pemilik nama Adam Noah Levine ini menggulung lengan t-shirt putih sehingga memamerkan pahatan biceps dan triceps yang dihiasi rajah. Atau ketika Adam menggoyangkan pinggulnya. Semakin tak terkendali "kegilaan" terjadi di depan panggung.

Namun bukan berarti personel lainnya tidak mendapat sorotan. Semuanya turut pula memberi andil dan memainkan peranan sesuai dengan porsi masing-masing. Karena mereka adalah Maroon 5. Bukan Adam Levine and his band. Dengarlah gebukan mantap Matt pada perangkat drum. Garukan garang James pada senar-senar gitarnya. Atau permainan bass Mickey serta Sam yang menyelipkan special effect pada tiap lagu. Jangan lupakan pula kualitas permainan kelas Grammy yang ditunjukkan oleh PJ Morton. Semuanya melebur dalam "menghembuskan" nada-nada yang indah.

5 Oktober adalah bertepatan dengan tanggal kelahiran James Valentine. Tidak ada perayaan khusus atau persembahan hadiah untuknya. Namun Adam memberi kesempatan aksi solo gitar yang paling lama dibandingkan personel lainnya. Serta tak lupa sebuah kecupan di pipi untuk James oleh Adam. Ribuan wanita berteriak terbakar rasa cemburu tampaknya.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh Maroon 5 kini lebih kental dengan unsur pop diimbuhi oleh dance-pop dan electropop. "Payphone" yang menjadi single utama di album Overexposed dan didapuk sebagai lagu pembuka konser tampak menjadi gambaran keseluruhan lagu di konser tersebut. Irama reggae pun menyelinap kala "One More Night" disenandungkan.

Tak terbendung koor massal membahana. Adam tak perlu susah payah menjelaskan judul lagu yang akan dinyanyikan. Hanya bermodalkan sedikit cuplikan nada, penonton paham lagu apa yang akan dinyanyikan. Suara ribuan penonton mengisi tiap sudut Istora Senayan ketika bersama-sama menyanyikan "Sunday Morning", "Misery", "Wake Up Call", "Hands All Over", maupun "Makes Me Wonder".

Adam seolah menjadi seorang conductor ketika "She Will Be Loved" dinyanyikan. Dibaginya penonton di sisi kiri dan kanan menjadi dua kelompok "paduan suara". Kelompok pertama menyenandungkan she will be loved berulang-ulang kemudian ditimpali oleh kelompok lain yang menyanyikan bagian reffrain. Tampak rona kepuasan dan senang terpancar di wajah Adam melihat pemandangan tersebut.

Tidak hanya membawakan lagu Maroon 5 belaka, beberapa lagu milik penyanyi lain pun turut dibawakan baik hanya berupa cuplikan lirik maupun satu lagu penuh. Sebelum masuk ke "Makes Me Wonder", Adam menyanyikan "Dont Stop Till You Get Enough" milik Michael Jackson. Adam sempat pula melakukan rapalan dalam lagu "Stereo Hearts" yang seharusnya merupakan bagian yang dilakukan oleh Travie McCoy. Lagu tersebut adalah milik Gym Class Heroes yang menyertakan suara Adam di bagian hook.

Kepopuleran "Gangnam Style" pun menjangkiti Maroon 5. Tentu mereka tidak melakukan tarian seperti tengah menunggang kuda. Melainkan hanya sedikit cuplikan lagu tersebut yang menyelip ketika "Moves Like Jagger" dibawakan. Sontak ini kembali membuat ribuan penonton semakin "menggila".

Lagu ini didaulat sebagai penutup gelaran konser Maroon 5 di Jakarta. Suasana menjadi semakin "pecah". Apalagi Adam beserta rekan-rekan berkali-kali menggoda penonton hanya dengan memainkan bagian intro yang dihiasi siulan tersebut. Alhasil ribuan penonton bangun dari duduk manisnya.

Just shoot for the stars
If it feels right
And aim for my heart
If you feel like
And take me away and make it OK
I swear I'll behave...

Tampaknya penonton semakin mabuk kepayang dan lupa akan "janji" untuk behave. Penonton semakin larut bernyanyi disertai menari lepas. Sebuah pilihan yang tepat untuk menjadi pamungkas konser hari kedua yang menjadi satu-satunya konser dua hari dilakukan Maroon 5 hanya di Indonesia dalam rangkaian Overexposed World Tour ini.

[Yose/IT/foto:Yose] 

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini