Konser Klangenan Soulfly

Senin, 22 Oktober 2012
Konser Klangenan Soulfly

Tahun 1992 Max Cavalera datang dan menggelar konser pertama kali di Jakarta bersama Igor Cavalera, Andreas Kisser dan Paulo Jr. tergabung dalam Sepultura "membinasakan" puluhan ribu metalhead di Stadion Lebak Bulus. Dua puluh tahun kemudian, Max kembali hadir. Namun kini bersama Marc Rizzo (gitar), Tony Campos (bass) dan David Kinkade (drum) mengusung nama Soulfly. Plasa Selatan Senayan dipilih oleh Revision Live dan Variant Entertainment selaku promotor untuk tempat penyelenggaraan konser pada Minggu (21/10/2012).

Setelah digebrak oleh gempuran distorsi oleh Sucker Head dan Unearth, metalhead yang hadir harus bersabar sekitar satu jam untuk melihat penampilan Soulfly. Hal ini disebabkan mereka sebelumnya tidak mengadakan soundcheck serta tidak membawa seorang soundman. Alhasil penonton yang tidak sabar sampai berteriak kesal dan sempat ada yang terpancing melemparkan botol air mineral ke panggung. Untunglah hal tersebut tak memancing keributan yang lebih parah lagi.

Ketika akhirnya Max muncul di atas panggung, sontak penonton mengacungkan devil horn dan mengelu-elukan namanya. "World Scum" yang menjadi single pertama album terbaru Enslaved langsung menghajar telinga dengan kualitas tata suara yang tidak maksimal. Namun tak menghalangi penonton untuk menunaikan headbang serta sesekali beradu badan satu sama lain.

Max tidak banyak melakukan gerakan "liar". Lebih banyak menyanyi sambil memainkan gitar serta memerintahkan penonton untuk lebih agresif menciptakan circle pit. Pengaruh usia atau badan yang membengkak? Entahlah. Namun untunglah, Campos dan Rizzo mampu mengisi kekosongan aksi panggung dengan kelincahan mereka melompat dan melakukan blocking panggung.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Revolver pada tahun 2008, Max menyatakan bahwa keluar dari Sepultura adalah keputusan terburuk yang pernah dibuatnya dalam hidup. Entah untuk mengenang masa indah bersama Sepultura atau mengulang kenangan konser 20 tahun lalu, lagu yang dibawakan dalam konser ini sebagian besar dicuplik dari album-album rekaman ketika Max masih bergabung dengan Sepultura.

Penonton pun serasa bernostalgia ketika "Refuse/Resist", "Inner Self", "Arise", "Roots Bloody Roots", sampai "Troops of Doom" dibawakan. Tak terbendung metalhead berbagai generasi, baik yang hadir dalam konser Sepultura tahun 1992 atau tidak, larut dalam koor massal. Penonton pun semakin menggeliat. Tak hanya lagu Sepultura, Max dan rekan-rekannya juga membawakan "Iron Man" milik Black Sabbath dan "Walk" milik Pantera. Meski hanya sedikit cuplikan nada, namun mendapatkan gemuruh sambutan luar biasa.

"Jumpdafuckup" di medley dengan "Eye for An Eye" menjadi pamungkas konser yang bisa dikatakan sebagai konser klangenan para metalhead lawas. Dengan mengacungkan kedua ibu jari dan kemudian lambaian tangan, Max dengan langkah perlahan dan terlihat lelah silam dari panggung. 

[Yose/IT/foto:Yose]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini