Ikut Bukber di La Piazza, Sundari Soekotjo Lantunkan Keroncong

Sabtu, 20 Juni 2015

Maestro keroncong tanah air Sundari Soekotjo sukses menghibur para pengunjung dalam pembukaan festival kuliner dan batik bernuansa Jawa yang bertajuk "Ngenteni Buka Ning Pasar Klewer" di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (19/6) malam.
 

Musisi wanita kelahiran Jakarta, 14 April 1965 itu membuka panggung dengan lagu Bandar Jakarta ciptaan Ismail Marzuki di hadapan para pengunjung yang tengah menikmati hidangan khas Jawa sambil diiringi orkes keroncong Jakarta dengan berbagai jenis alat musik melodi seperti biola, gitar, okulele, kecuk, bas, hingga flute.
 

Suara emas dengan cengkok keroncong yang kental dari sang maestro tersebut segera menyulut tepuk tangan dan teriakan histeris dari seluruh pengunjung dan penggemarnya yang telah menanti kehadirannya sejak sore hari.

Tak sedikit pula yang segera mengeluarkan kamera dan handphone-nya untuk mengabadikan aksi musisi ternama itu hingga lagu pertama usai.

Menyusul lagu kedua, maestro yang akrab dipanggil Unti mengajak para penggemarnya untuk bernyanyi bersama dalam lagu Jangkrik Genggong.

"Lagu berikutnya adalah lagu yang berasal dari Jawa Tengah. Saya harap yang hafal liriknya bisa nyanyi bersama, ya", pintanya.

Baru beberapa saat lagu dibawakan, para pengunjung langsung membalas dengan suara kompak dari lirik lagu tersebut.

"Eeya'ee...yaa'ee...yaa'ee...Eyaa'ee..yaa'ee..yaa'ee..ya'ee. Jangkrik genggong...jangkrik genggong...luwih becik omong kosong", sorak para pengunjung.

Lagu keroncong yang telah melegenda ciptaan Gesang, Bengawan Solo dibawakan selanjutnya dan seakan menjadi senjata andalan yang dimainkan dengan aransemen nyentrik dari para musisi orkes.

Dalam kesempatan yang sama, Sundari juga mengajak puterinya, Intan Soekotjo untuk berduet dalam lagu Getuk dan Gambang Semarang.

Pasangan duet sepanggung antara ibu dan anak tersebut membuat suasana malam seakan menyatu dengan hidangan dan nuansa Jawa yang memang disengaja dihadirkan dalam festival yang diselenggarakan oleh Summarecon hingga 5 Juli nanti.

Tak hanya berhenti di situ, kini giliran Intan mencoba bernyanyi solo tanpa ibundanya dengan lagu yang didedikasikan untuk kakeknya, Jembatan Merah.

"Lagu berikutnya saya persembahkan untuk eyang", ujarnya.

Dedikasinya dalam melestarikan musik keroncong juga ditunjukkan oleh Sundari dan Intan Soekotjo lewat kolaborasi aransemen lagu pop milik Andra&The Back Bone berjudul Sempurna.

Hal itu sekaligus menunjukkan kepada para penggemar bahwa musik keroncong bukanlah musik yang terkesan kuno, namun bisa dikolaborasikan dengan genre musik lain dengan gaya modern.

"Kata siapa musik keroncong itu musik kuno. Lagu selanjutnya ini bukti bahwa keroncong juga bisa dipadukan dengan lagu anak muda", kata Sundari.

Dua lagu berturut-turut Dewi Murni dan Keroncong Kemayoran menutup Sundari dan putrinya malam ini yang disambut tepuk tangan yang meriah dari depan panggung. [beritasatu/c2/foto:istimewa]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini