“Benci Tapi Rindu”: Album Emas-nya Diana Nasution

Siapa yang tidak kenal penyanyi dan musisi Rinto Harahap? Ya, banyak yang mengenalnya sebagai pencipta lagu-lagu melankolis yang mampu membawa penyanyi maupun pendengarnya mengharu-biru saat mendengar dan menyanyikan karyanya. Banyak penyanyi Indonesia yang berhasil diorbitkan oleh Rinto Harahap, diantaranya Diana Nasution.

Salah satu album “emas”-nya Diana Nasution adalah yang berjudul “Banci Tapi Rindu” yang dirilis tahun 1978-1980 dengan label “Lolypop Records”. Konon album ini juga diproduksi dalam bentuk piringan hitam, dan menjadi yang pertama bagi Diana Nasution selama belasan tahun menapaki karirnya didunia tarik suara.

Dalam soal mencari bibit berbakat, Rinto Harahap patut diacungi jempol. Sejumlah calon artis yang dibuatkan lagu dan album banyak yang langsung melejit, diantaranya Eddy Silitonga, Iis Sugianto, Christine Panjaitan, Rida Butar-Butar, sampai eranya Hetty Koes Endang, Grace Simon dan masih banyak lagi.

Bila disimak, seluruh lagu di album ini merupakan hasil kerja dari Totalitas seorang Rinto. Meski hampir seluruh lagunya bernada sendu alias sedih-sedih, namun Rinto yang juga pentolan Band legendaries “The Mercy’s” mampu melihat peluang bisnisnya. Why? Karena memang dieranya, lagu-lagu sedih mendapat tempat dihati banyak orang Indonesia. Maka, alumnus Fakultas Ekonomi di salah satu Perguruan Tinggi di Medan ini langsung mendirikan “Lolypop” yang merupakan sebuah perusahaan (PT Lolypop Records”) sekaligus nama Band yang mengiringi seluruh penyanyi yang diorbitkannya.

Kembali ke Album “Benci Tapi Rindu”. Terdiri dari 16 lagu pilihan yang ternyata tidak semuanya dinyanyikan Diana Nasution. Ada nama-nama penyanyi beken yang ikutan didalamnya, seperti Eddy Silitonga, Eddy & Saud, Rockwell, Ronas Group, Inneke Kusumawati, dan Linda Christian.

Lagu hitnya di album ini memang “Benci Tapi Rindu” , namun lagu lain yang dibawakan Diana Nasution juga tidak kalah bagusnya, misalkan “Badai Samudra”, “Berdansa” ciptaan Erwin Harahap, masih Saudara dengan Rinto Harahap. Termasuk lagu lainnya yang diciptakan Rinto Harahap; “Rindu”, “Rentak-rentak”, “Indahnya Cinta” dan “Kapan Dapatku Lagi”.

Kekuatan syair menjadi factor utama digemarinya lagu-lagu karya Rinto Harahap. Simak saja dilagu “Benci Tapi Rindu”: bukan hanya sekedar penghibur diriku ini sayang/

bukan pula, sekedar pelepas rindumu oh sayang... / sakit hatiku, kau buat begini... / kau datang dan pergi sesuka hatimu, / oh kejamnya dikau, teganya dikau padaku... kau pergi dan datang sesuka hatimu hooo / sedihnya hati, bencinya hati padamu./ sakitnya hati ini, namun aku rindu/ bencinya hati ini, tapi aku rindu ….

Diana Nasution awalnya menolak saat disodorkan lagu ini: “Lagu yang disodorkan Rinto selalu memelas, padahal saya lebih senang lagu yang gembira” ujar Diana Nasution seperti dikutip dalam buku Perjalanan Musik di Indonesia terbitan PENSI tahun 1983. Justru pertentangan batin yang terus dilakukan Diana Nasution membawa karir penyanyi kelahiran 1957 ini terus menanjak. Apalagi, memang, kemampuan vocalnya juga bagus.

Tapi, jangan salah, tidak semua lagu yang dibawakan Diana Nasution bernada sedih dan memelas. Di album ini, Diana menyanyikan tembang “Berdansa” dengan nuansa riang, dan full dengan cabikan gitar ala musik poprock. Juga dilagu “Jangan Padaku” yang diciptakannya sendiri yang bernuansa Rock-nya Deep Purple era 70-an. [cinmi]