Eddy Silitonga:Perjalanan Penyanyi Serba Bisa

Dari sederetan daftar penyanyi solo pria Jadul (jaman dulu) yang memiliki suara tinggi dan melengking, nama Eddy Silitonga tentu  tidak bisa dilupakan. Pria kelahiran Pemantang Siantar (Sumatera Utara), 17 November 1950 ini  merupakan “anak didik” yang berhasil diorbitkan oleh musisi ternama senior, Rinto Harahap,  dengan band dan perusahaan Lolypop-nya.

Karir Eddy sebagai penyanyi diperoleh  melalui perjalanan panjang. Tidak sedikit festival yang diikuti, mulai dari tingkat local; misalkan  festival penyanyi Seriosa se-Sumatera Utara di Medan tahun 1967 (di festival ini  berhasil sebagai juara 1), kemudian festival Pop-Singer (juga di Medan), Eddy juga mampu menyabet juara 1, hingga berhasil memperoleh juara IV dalam festival lagu populer  yang digelar di Taman Ismail Marzuki tahun 1976, dengan tembang andalan karya Rinto Harahap “Biarlah Sendiri”.  Kala itu Eddy bersaing dengan penyanyi Grace Simon (I), Hetty Koesendang (II),  dan Diah Iskandar (III).

Tahun 1974, penyanyi lulusan Mapua Institute of  Technology di Manila-Philipina ini  pernah membuat sebuah vocal group yang diberinama sesuai namanya “Eddy’s Group” dengan vocalis dirinya sendiri. 

Salah satu koleksi lagu  kenangan yang mengukir nama Eddy Silitongan di blantika musik pop Indonesia adalah  yang ada di album  bertajuk “Eddy Silitonga and Eddy’s Group”- Volume 3. Di album ini   Eddy Silitonga berkolaborasi dengan band “De Meicy” pimpinan Isbarna dan  band “SAGITA” pimpinan Bambang Des.

Sebagai pembuka, Eddy menyodorkan lagu “Mama”  ciptaan Murry, yang  terkenal itu. Selain musik dan syairnya yang simple, suara Eddy terlihat berkarakter dan mudah dikenali. Kemampuan olah vocal Eddy pada nada rendah dan tinggi mampu membawa lagu ini menjadi unggulan dalam tangga lagu popular kala itu.  Mama kembalilah padaku/ hanyalah dirimu, harapanku, oh mama../ Mama … kembalilah padaku/ Hanyalah dirimu, pelita hidupku/Mama, oooh mamaa / Apalah artinya hidup  tanpa kasih sayang / Mama, ohhhh mama. Betapa nistanya hidup tanpa mama…

Lagu lain yang ada di album ini diantaranya “Kini Kusadari” (Bartje V H); “Jatuh Cinta”, “Tangis dan Cinta”, “Cinta” (Titiek Puspa);  “Malam Itu”, “Gadis Kusayang”, “Gadis Eksentrik” (Is Haryanto); “Tak Rela” (Murry); “doa”, “Mengapa Susah”, “Surabaya” (Johanes); “Flamboyan” (A Rachman); “Perdamaian” (Bambang Des); “Mimpi Sedih’ (A Riyanto), dan “Gubahanku” (Gatot Sunyoto).

Kemampuan Eddy dalam berolah vocal memang tidak meragukan lagi, karena  selain  berhasil membawakan lagu-lagu pop, Eddy juga piawai membawakan lagu-lagu daerah, bahkan dari Jawa sekalipun. Mulai dari lagu Melayu, Batak, hingga lagu Minang. Bahkan di akhir karirnya sebagai penyanyi (sebelum akhirnya terjun jadi pengusaha), Eddy sempat  meraih juara 1 Pria Lomba Lagu Minang Populer yang digelar di Taman Ismail Marzuki , 29 Oktober 1983. [lyz/iims]