Nama Isa Raja mulai dikenal setelah menjadi finalis X Factor Indonesia musim yang pertama.  Dalam ajang pencarian bakat tersebut Isa mampu menempati peringkat ke-6.
 
Terlahir dengan nama Isa Raja Parlindungan Loebis, cowok yang mengaku dirinya sebagai artist dalam artian seniman ini merasa panggilan jiwanya di seni sejak kecil. Bermusik sejak duduk di bangku sekolah dasar, lanjut dengan kegiatan teater. Impian dia adalah ingin main di panggung broadway. Kini selain berprosesi sebagai musisi,  Isa Raja juga berkecimpung di dunia fotografer dengan nama beken Inong Loebis. Ia banyak memotret profil artis atau band. 
 
Meski tampil sebagai anak band rock dengan tindingan menghiasi telinganya, Isa Raja sangat suka memakai minyak telon dan minyak kayu putih. Ia hobi mengoleksi berbagai pernak pernik mulai dari T-shirt komik, boneka monyet, LEGO, ZIPPO, lukisan poster film dan banyak lagi. Di waktu senggangnya, dia hobi nonton film, dengerin musik, berimajinasi, baca buku, ngobrol dalam konteks sharing, traveling, hingga bereksperimen memasak. 
 
Di dunia musik, Isa Raja tidak terkotak pada satu genre tertentu, tetapi yang penting musik yang bisa menggugah jiwa. Tak heran jika ia menyukai musik dari U2, Rolling Stone, Sade, Iwan Fals, Sujiwo Tedjo, dan banyak lagi. 
 
Isa Raja percaya senang mencoba sesuatu yang baru dengan koridor bahwa sesuatu yang baru itu bisa dijadikan media komunikasi untuk berbagi pengertian, cinta dan damai. Tak heran saat berlaga di X Factor, ia mencoba bereksperimen dengan membawakan lagu-lagu yang sudah atau hampir tidak kedengaran di masyarakat dan menyanyikan lagi dengan aksi panggung yang unik. Ucapan "salam damai" di setiap pembuka penampilannya ia lakukan sebagai bagian kampanye bahwa lewat musik kita berbagi damai dan belajar untuk menerima perbedaan. 
 
Setelah sempat merilis singel "Minta Jodoh" yang masuk dalam album kompilasi X Factor Indonesia, di tahun 2015 Isa Raja kembali merilis singel yang bertajuk "Remembering All The Kisses".  Lagu yang diciptakannya sendiri itu mengusung nuansa musik era 90-an dengan balutan aransemen lagu minimalis dengan format akustik.