Film Grup Musik Kantata Takwa Siap Beredar

Film Grup Musik Kantata Takwa Siap BeredarFilm Kantata Takwa, sebuah karya yang diangkat dari kisah sukses konser kelompok musik tersebut di Stadion Utama Senayan Jakarta pada 1991, siap beredar di jaringan bioskop Bliz Megaplex. "Film ini akan beredar mulai 26 September," kata Clara Sinta dari Ekapraya Tata Cipta Film & Sedco Indonesia, dalam jumpa pers yang digelar usai "preview" film itu di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Diproduseri Erros Djarot, Setiawan Djody dan Gatot Prakosa, film ini dibintangi oleh seluruh personil Kantata Takwa termasuk Iwan Fals, Sawung Jabo, Setiawan Djody, Yocky Suryoprayogo dan kelompok Bengkel Teater Rendra.

Erros, juga penulis naskah dan sutradara, mengatakan film itu berangkat dari ide gila WS Rendra. Inti cerita film semi dokumenter itu adalah kesaksian para seniman Indonesia tentang masa represi Orde Baru yang sarat korupsi, nepotisme, aksi penculikan dan pembunuhan para aktivis yang berseberangan ideologi dengan pemerintah. "Para seniman itu termasuk saya, yang dulu harus keluar masuk penjara," kata WS Rendra.

Erros berkelakar, karena idenya gila, maka ia harus melibatkan orang-orang gila seraya menyebut nama-nama Setiawan Djody, Iwan Fals, Sawung Jabo, Gatot Prakosa, dan produser Abdurrahim yang disebutnya "Pakistan gila".

Berbeda dari umumnya film-film nasional lain yang hanya menunggu 1-2 tahun sebelum diedarkan, Kantata Takwa dibuat sejak 18 tahun lalu. "Setelah jadi, film ini saya simpan di rumah," kata Gatot Prakosa.

Dikatakan, Gatot, saat itu (masa ORBA) tidaklah dimungkinkan untuk mengedarkan film tersebut di bioskop.

Ditundanya rilisan film tersebut, menurut Erros membawa hikmah. "Kalau dulu diedarkan, pastilah tidak jadi karena banyak sekali yang dipotong," katanya.

Film berdurasi 72 menit ini menggambarkan kehidupan para seniman dan aktivis yang diburu aparat karena aksi-aksinya yang mengecam pemerintah lewat puisi, musik dan lagu. Kecaman-kecaman itu diperlihatkan melalui beberapa lagu Kantata Takwa seperti Bongkar, Hati Nurani dan Bento.

Rendra mengatakan, konser Kantata Takwa bukan pertunjukan musik biasa melainkan satu peristiwa budaya karena melibatkan banyak seniman dari berbagai bidang, musisi, penyanyi, penari dan peyair. [an/it/foto;istimewa]
comments powered by Disqus