Kembar Group, Band Duo Cowok Manis

Dalam sejarah musik Indonesia era 70-an, nama "Kembar Group" tidak bisa pisahkan. Meski kiprahnya di blantika musik Indonesia relatif singkat, namun Group yang terdiri dari Jacob Matius Israel Korengkeng alias Jacob dan Alex Sandri Korengkeng, mentorehkan catatan sendiri.

Apa yang membuatnya beda dari kebanyakan group musik kala itu? Selain teknik bernyanyinya yang baik, penampilan duo Kembar ini juga fenomenal. Lihatlah gaya berpakaian mereka yang cukup "manis" untuk ukuran cowok, juga model rambutnya yang feminin.

Suatu  hari di tahun 1974, Jacob dan Alex menyambangi pentolan Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo, mereka melamar untuk bisa bermain dengan band  legendaris itu, namun No Koes (panggilan Nomo Koeswoyo) menolak sampel lagu yang disodorkan. “Band ini tidak bisa dipakai,” ujar Nomo tegas. Mereka lemas mendengar penolakan itu. Tapi hal itu tak membuat Jacob dan Alex patah arang. Setelah mencoba-berkali-kali, akhirnya mereka bisa juga merekam lagu "Anak Muda Jaman Sekarang".

Salah satu album  "Kembar Group" yang pernah digarap  Nomo Koeswoyo adalah "Volume 2 Kembar Group". Album ini dikemas bersama band lain satu angkatan,  "PAN'HAS Droup" asuhan Kos Budhi R.

Tak bisa dipungkiri, "Kembar Group" juga dipengaruhi band luar yang ngetop kala itu "Everly Brothers", mulai dari intonasi nada hingga teknik musiknya. Beberapa lagunya, bahkan mirip dengan aliran Sang Pengasuh "Koes Bersaudara".

Sepuluh lagu dikemas dalam side A kaset ini, yakni; Dipagi Hari, Mengenang Kekasih, Putri Raja, Selamat Tinggal, Hidup Tak'kan Abadi, Jalan Hidupku, Sepasang Burung, Mariam, Pusara Cinta dan Bimbang. Seperti halnya band lain sejaman, syair cinta masih menjadi materi jualan menarik.  

Beberapa syair lagu yang menarik adalah model lagu "Bertutur", yang bercerita tentang satu kisah, seperti tertuang dalam lagu "Putri Raja". Ada juga lagu yang memiliki pesan spiritual dan filosofi tentang hidup, yang ditulis dalam "Hidup Tak'kan Abadi" dan "sepasang Burung". "Didunia Tiada yang abadi, semua akan kembali, kepada Tuhan yang Esa di dunia tempat bernaung..

Album produksi PT Yukawi/Indo Music ini bisa menjadi pengobat rindu para penggemar musik Indonesia era 70-an. Sejauh ini kita mungkin hanya mengenal Koes Plus, Panbers, dan D’Lloyd dalam khazanah musik tanah air tahun 70-80-an. "Kembar Group" bisa dikatakan sudah berhasil  mentorehkan sejarah  di blantika musik Indonesia dengan gayanya sendiri yang unik. [itunes]