Peluncuran Buku HITS MAKER

Musica Studio's Buka-Bukaan Soal Industri Rekaman

Sabtu, 18 Juli 2009
Produser rekaman kini bisa dijadikan pilihan karir atau profesi, karena selama ini masih jarang orang yang meliriknya.Hanya sedikit orang saja yang bergulat disektor musik dan masih terbatas jumlahnya. Padahal kebutuhan produser rekaman kian meningkat, sejalan dengan bertumbuhnya industri musik di tanah air. Nah, bagaimana cara menjadi produser? Gampang, Anda tinggal ikuti petunjuk dalam buku yang diterbitkan Elex Media Komputindo yang ditulis langsung oleh senior produser Sendjaja Widjaja.

Seperti yang kita ketahui, nama Sendjaja Widjaja dalam kancah musik tanah air sudah tidak asing lagi. Beliau, yang juga putra Yamin Widjaja pendiri Musica Studio's, sudah menggeluti bidang ini puluhan tahun lalu. Banyak artis garapan Koh A Ciu (panggilan Sendjaja Widjaja) yang berhasil diorbitkan, sebut saja Betharia Sonata, Yovie Widianto, Melly Guslaw, Letto, Nidji, Peterpan, Project Pop hingga D'Masiv.

Buku yang diberi judul "Hits Maker, Panduan Menjadi Produser Rekaman Jempolan" diluncurkan akhir pekan lalu, Jumat, 17/07 di Galery Majalah Rolling Stone, Kemang, Jakarta. Hadir dalam acara itu sejumlah produser rekaman, seperti Yudhi Kristianto dan Log Zhelebour, serta sejumlah artis dan musisi Musica Studio seperti Trio Libels, Project Pop, dan Betharia Sonata.

Acara yang dipandu langsung oleh Andi F Noya berjalan seru. Sejumlah pertanyaan kritis terlontar dari presenter dan pembawa acara Kick Andy Metro TV ini, mulai pertanyaan  tentang alasan Musica Studio membongkar  rahasia dapur rekaman, hingga tips dan trik menemukan potensi artis dan cara menjualnya. Acara menjadi seru dengan adanya sharing pengalaman dari  Yudhi Kristianto, Log Zhelebour, Enteng Tanamal, Erwin Gutawa dan pengamat musik, Bens Leo.

Dikatakan Sendjaja, dunia rekaman merupakan bisnis yang masih menjanjikan dan terus berkembang. Terkait dengan bukunya, dia mengatakan bahwa setiap orang yang menyukai musik memiliki potensi untuk menjadi produser.

"Setidaknya ada tujuh kriteria jika seseorang ingin menjadi produser, yakni menyenangi musik, mengetahui seluk beluk Industri  musik, memiliki jaringan yang luas, punya intuisi bisnis yang tajam, kreatif dan memiliki standar pendidikan yang memadai," ujarnya gamblang.

Dalam buku setebal 162 halaman ini, Sendjaja Wijaya menjelaskan secara gamblang apa saja ruang lingkup produser rekaman, kiat-kiat mencetak hit, kemudian proses pembuatan album, analisis pasar hingga bagaimana membuat surat kontrak perjanjian  terkait dengan hubungan kerja antara produser dengan artis yang diorbitkan.


Ring Back Tone
Menyikapi  maraknya bisnis Ring Back Tone (RBT), menurut Sendjaja, justru bisnis ini yang menghidupkan kembali bisnis musik. Dia juga tidak sungkan-sungkan menyebut angka keuntungan pendapatan perusahaan rekamannya, sebelum dan sesudah adanya bisnis Ring Back Tone.

Dikatakan, sebelum adanya RBT pendapatan pertahun sekitar 750 Milyar, namun dengan maraknya RBT pendapatan terdongkrak menjadi lebih dari 1 Trilyun. "Uniknya RBT kan tidak bisa dibajak, bagi yang ingin mendengarkan harus request ke operator seluler", jelas pria yang ramah senyum ini. [lysthano/it]
comments powered by Disqus