Karena Belum Mempunyai Lagu Kebangsaan

Soekarno yang Meminta Agar "Terang Bulan" Ditawarkan ke Malaysia

Rabu, 2 September 2009

Ahli waris pencipta lagu "Terang Bulan", Aden Bahri, mengungkapkan, Presiden pertama RI, Soekarno, pernah meminta ayahnya, Saiful Bahri, untuk menyerahkan lagu "Terang Bulan" kepada Malaysia. "Ful, kasih saja lagu itu ke Malaysia. Mereka belum punya lagu kebangsaan,"ujar Aden Bahri mengenang ucapan Soekarno.

Menurut Aden Bahri,  peristiwa penyerahan lagu itu terjadi sekitar 1961 hingga 1962, saat perayaan HUT Republik Indonesia. Pernyataan ini diperkuat dengan adanya saksi, yang juga sahabat dari Saiful Bahri, Soebroto, yang saat itu pernah berkecimpung bareng dalam Orkes Studio Djakarta (OSD).

"Pak Broto yang berada di lokasi kejadian saat itu mengakui hal yang sama," kata Aden Bahri di Solo, Jateng, Rabu, (02/09). Tidak hanya Soebroto, dalam peristiwa itu juga hadir Dr. Johannes Leimena, tokoh politik asal Ambon yang sering menjabat sebagai Menteri di era pemerintahan Soekarno.

"Yang jelas, pesan Soekarno sangat jelas terdengar karena saya hanya berjarak sepuluh meter dari pembicaraan antara Soekarno dan Saiful Bahri," tambah Soebroto.

Dengan adanya klaim lagu "Terang Bulan" oleh  Malaysia, pihak  keluarga Saiful Bahri berencana menuntut balik agar lagu itu dikembalikan dan diakui sebagai milik Bangsa Indonesia. "Terang Bulan" merupakan salah satu aset budaya Indonesia. Dan saya meminta pemerintah Indonesia untuk membantu proses ini," papar Aden Bahri.
 
Menanggapi pengakuan tersebut, Kepala Lokananta, Ruktiningsih mengatakan, perusahaan rekaman Lokananta menyerahkan rekaman lagu "Terang Bulan" yang sudah digandakan kepada pihak keluarga Syaiful Bahri. "Kami berharap rekaman lagu tersebut dapat dipergunakan oleh Aden untuk mengurus hak-haknya sesuai dengan pengakuannya sebagai ahli waris pencipta lagu tersebut," katanya.

Dia mengatakan, hingga saat ini Lokananta yang menjadi perusahaan yang merekam dan menggandakan lagu "Terang Bulan" tidak memiliki catatan mengenai pencipta lagu tersebut.

"Jika pengakuan pihak ahli waris terbukti, kami akan mencatat nama Saiful Bahri ke dalam data pencipta lagu yang ada di perusahaan ini," kata Ruktiningsih. [ant/lyz]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini