BoyBand Indonesia dari Masa ke Masa, dari Trio Libels sampai SM*SH

Minggu, 11 Desember 2011
BoyBand Indonesia dari Masa ke Masa, dari Trio Libels sampai SM*SHAnda pasti tahu lagu "I Heart You"  yang dinyanyikan Boyband asal Bandung  SM*SH. Lagu dengan irama nge-pop ini bisa dibilang membawa keberuntungan bagi band yang memiliki 7 personel ini.  Ibarat cendawan dimusim hujan, kesuksesan SM*SH kemudian diikuti oleh munculnya puluhan boyband baru, seperti  XO-IX, Dragon Boyz, Hitz, Zoom, Max 5, dan masih banyak lagi. Tapi tahukah kamu, jika  sebelum era-nya SM*SH juga banyak boyband yang bermunculan di Indonesia ? Berikut beberapa diantaranya;

Trio Libels
Trio Libels adalah kelompok vokal yang digawangi oleh Ronny Sianturi, Edwin Manansang, dan Yani. mereka mulai dikenal luas pada dekade tahun 1980an. Nama Libels berasal dari nama sekolah dari anggota Trio Libels, yaitu SMA Negeri 15 Jakarta yang disingkat menjadi Libels. Sepanjang karirnya mereka telah merilis 8 album dan beberapa singel hits, seperti Gadisku, Aku Suka Kamu, Jerat-Jerat Cinta dan Jangan Kau Pergi.


Cool Colors
Cool Colors adalah kelompok vokal yang beranggotakan 3 model terkenal di tahun 90an, yaitu Teuku Ryan, Surya Saputra dan Ari Sihasale. Nama mereka mulai dikenal ketika mereka merilis album Tataplah (1996) yang mempopulerkan singel bertajuk "Tataplah". Dua tahun berselang mereka merilis album "Satu Yang Pasti", dimana Yohandi Yahya yang sebelumnya berperan sebagai produser akhirnya bergabung menjadi personel. Sayang, setelah itu nama mereka tenggelam dan para personelnya lebih sibuk di dunia film.

Coboy
Tak jauh berbeda dengan Cool Colors, Coboy juga beranggotakan para cover boy dari majalah Mode. Mereka adalah Ponco Buwono, Ali Mustafa, Ferry, dan Gilbert Patiruhu. Album perdana mereka bertajuk "Jangan Buang Waktu" dirilis di tahun 1992. Meski tak terlalu meledak, namun singel mereka seperti "Percayalah" dan "Jangan Buang Waktu" membuat mereka cukup populer di masa itu. Pada tahun 1994 mereka merilis album kedua "Coboy" dengan singel hits "Katakanlah", dan disusul dengan album "Biarkan Orang Bicara" pada tahun 1996.


M.E
Boyband yang berdiri tahun 1991 ini beranggotakan Denny Saba, Didan Fitrasakti , Iravan Mirza, Ferry Iskandar M dan Widi Cipto Utomo. Mereka muncul pada tahun 1997 lewat album M.E yang diproduseri oleh Puwatjaraka. Dua singelnya, "Ada Satu" dan "Kasih Putih" ciptaan Trie Utami cukup populer di masa itu. Setahun berselang, mereka datang lagi dengan album "Terbuka" yang memuat singel fenomenal “Inikah Cinta”, dimana video klipnya mampu menyabet penghargaan Koreografi Terbaik di ajang Video Musik Indonesia. Belakangan ini "Inikah Cinta" juga kembali wara-wiri di kuping pendengar musik Indonesia setelah dipopulerkan kembali oleh Smash.

9 Seasons
Setelah Denny & Didan memutuskan untuk hengkang dari M.E (sempat membuat album duet), tiga personel tersisa yaitu Iravan Mirza, Ferry Iskandar M dan Widi Cipto Utomo, memutuskan untuk membentuk boyband baru yang diberi nama 9 Seasons (nama ini didapat melalui sebuah sayembara). Ketiganya juga mengajak Ricky Satwika, mantan personel grup acapella ODIO untuk melengkapi formasi. Album perdana mereka bertajuk "Reinkarnasi" dirilis pada tahun 2000, namun sayangnya setelah itu mereka tenggelam dan tak terdengar kabarnya lagi. Para personelnya pun sibuk menggeluti profesi lain, seperti pengajar vokal maupun pengusaha.

FBI
Boyband yang melambungkan nama Indra Bekti ini terbentuk pada 5 November 1999 dan mulai dikenal ketika membawakan lagu "Jamrud Khatulistiwa" karya Guruh Soekarno Putra dalam album kompilasi "Bakti dan Persembahan pada Bung Karno". Pada tanggal 18 September 2002, trio yang beranggotakan Indra Bekti, Roy Jordi dan Arya Wedha ini merilis album perdana yang bertajuk "Cinta & Rasa" dibawah bendera Musica Studios. Beberapa musisi beken ikut andil dalam pembuatan album ini. Salah satunya adlah Pongky Jikustik yang ikut memberikan karyanya yang sekaligus jadi single pertama "Pungguk Merindukan Bulan". Sayangnya boyband ini juga tidak bertahan lama.

Memang kabar enam boyband lawas itu hingga saat ini sudah tidak terdengar lagi, namun jejak mereka  terekam dalam  panggung musik Indonesia. Apakah  nasib boyband saat ini mirip dengan pendahulunya, yang muncul sesaat lalu tenggelam lagi? Hanya waktu yang akan menjawabnya. [bug/foto:istimewa]
comments powered by Disqus