Sponsor Rokok Dibatasi, Indonesia Terancam Sepi Konser

Selasa, 7 Mei 2013

Jika Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang pembatasan rokok menjadi sponsor acara diberlakukan, maka bisa dipastikan jadwal konser atau kegiatan off air banyak band akan berkurang. Salah satu band yang terancam pendapatannya berkuranga adalah "Gigi".

Diakui manajer band Gigi, Dani Pete, selam aini acara off air Gigi memang banyak disponsori oleh produk rokok. "Jadi kami ambil kesimpulan show akan berkurang,’’ kata Dani kepada para wartawan, Senin (5/5).

Menurut Dani,  industri rokok memang sangat dekat dengan dunia panggung sejak lama. Baru sekitar tahun 2000-an, industri telekomunikasi dan perbankan ikut menjadi bagian sponsor off air.
Namun, menurut Dani, porsi industri telekomunikasi dan perbankan porsinya masih sangat kecil.   "Porsinya sekitar 82,5 persen kegiatan musik Indonesia di-support oleh industri rokok,’’ jelasnya.

Dikatakan, Gigi sendiri sepanjang tahun ini lebih dari 150 konser, "Sampai akhir tahun nanti ada 110 event yang akan dijalani Gigi. 80 persen dari konser disponsori oleh rokok," ungkap Dani.

Menghadapi situasi yang kurang menyenangkan, Dani berharap pemerintah ikut memberikan jalan keluar dan tidak tinggal diam.  ’’Pemerintah tidak bergerak mengatasi bajakan CD, kaset dan sebagianya. Lalu ada RBT, tapi pemerintah juga tidak siap. Ketika RBT turun, nggak ada yang gantiin. Maka kami mengandalkan show-show. Lalu kalau kontribusi rokok dibatasi, bagaimana?’’ papar  Dani.

Seperti diketahui, Pasal 35, 36, 37, 38 dalam PP 109/2012 mengatur soal sponsorship kegiatan seperti pentas musik, kegiatan kesenian. Merujuk pasal-pasal itu, perusahaan rokok boleh memberi kontribusi asalkan tidak ada kompensasi apa-apa. Tidak ada image, logo, pada spanduk. [bbs/ris/foto:istimewa]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini