Manfaatkan Internet, Boomerang Garap "Harmonis Tidak Seragam"

Rabu, 2 Juli 2014

Band Boomerang is back. Setelah merilis  Reboisasi (2012), band ini diterpa gosip bubar. Ternyata, ditengah gosip itu, mereka tengah mempersiapkan album baru yang diberi judul  "Harmonis Tidak Seragam".

Ada semangat baru dalam album anyar Boomerang yang menyuguhkan  14 lagu yang digarap dengan warna musik dan sound yang agak berbeda dari album-album Boomerang sebelumnya. Perpaduan antara rock, grunge, ballad dan alternative mendominasi album terbaru Boomerang.

Selain sound yang berbeda dan lebih segar, Boomerang juga tetap menyuguhkan tema-tema lagu yang biasa mereka suguhkan selama ini. Kritik sosial, politik, alam dan romance tersusun rapih dalam deretan lagu yang disuguhkan.

Di lagu pembuka, Boomerang menampilkan lagu Pin Pin Bo yang berarti Pintar Pintar Bodoh. Lagu ini adalah kritik pedas yang ditujukan kepada pengamat politik yang kerap mengkritik keadaan tanpa memberi solusi yang obyektif.

"Lagu ini sangat cocok dengan situasi terkini menjelang Pemilu Presiden di mana penggiringan opini begitu massive menyusul saling serang antar kubu Capres," kata Faried (drummer), saat ditemui baru-baru ini. Lagu bertema serupa juga ada di Berandal Tua Berdasi Kupu-kupu, System 86 dan Jubah Hitam.

Boomerang juga memberikan lagu spesial untuk Boomers Indonesia alias penggemar setia Boomerang, lewat lagu berjudul sama, Boomers Indonesa. Sementara single Harmonis Tidak Seragam diambil dari syair lagu marsnya para Boomers ini.

Untuk lagu bertema lingkungan dapat ditemui pada lagu Ekologi. "Boomerang mengajak generasi muda untuk semakin peduli pada lingkungan alam yang konon terus mengalami krisis energi dan pangan," timpal Andi.

Sementara lagu-lagu bertema cinta juga tak dilupakan pemilik hits Kisah ini. Lewat lagu Headphones, Biarkan, Kotaku, Hilang, Motor Tua, Segelas Kopi, Buaian Aku dan tembang andalan Tetapkan Hatimu, Boomerang menyuguhkan musik yang ringan dan easy listening dengan musik yang memiliki tempo lebih lambat tapi tetap ngerock.

Uniknya, album ini dikerjakan dengan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi internet. Henry yang berdomisili di Manado, Babas dan Faried masing-masing di Jakarta dan Pamulang serta Tommy di Surabaya tidak menjadi kendala serius.

"Meski pun para personel terpisah jarak antar kota antar provinsi, proses penciptaan lagu dan lirik, aransemen, mixing, recording hingga finishing tetap bisa diselesaikan tepat waktu," kata Faried lagi.  [bbs/c2]

 

comments powered by Disqus