Banyuwangi Gelar Jazz di Gunung Ijen

Rabu, 5 November 2014

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menghelat pertunjukan musik Jazz di kaki Gunung Ijen pada Sabtu, 8 November 2014. Pertunjukan "Jazz Ijen Banyuwangi" tersebut dikemas sebagai ajang kemanusiaan, menyusul kebakaran yang melanda hutan di Gunung Ijen sejak pertengahan Oktober lalu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Jazz Ijen akan menghadirkan penyanyi yang ngetop di era 70 dan 80-an seperti Deddy Dhukun, Fariz Rustam Munaf, dan Imaniar. Mereka akan berkolaborasi dengan musik etnik Banyuwangi yang dibawakan penyanyi lokal, Suliyana.

"Lagu jazznya khusus untuk bernostalgia," kata Bupati Azwar dalam konferensi pers, Selasa 4 November.  

Pertunjukan yang dihelat pukul 13.00 hingga 17.30 WIB tersebut gratis bagi pengunjung. Namun penonton harus membeli kupon amal senilai Rp 5 ribu per orang. Kupon tersebut dihimpun oleh Palang Merah Indonesia setempat.

Azwar menjelaskan, hasil dana dari kupon itu dikelola seluruhnya oleh PMI. Dana itu kemudian akan disumbangkan kepada ratusan penambang belerang Gunung Ijen yang tidak bisa bekerja karena kebakaran hutan.

Selain itu, dana tersebut akan dipakai untuk bantuan kesehatan kepada warga di lereng Ijen yang terdampak kebakaran misalnya untuk pemeriksaan mata dan operasi kecil lainnya. "Jazz Ijen tak pakai dana APBD, tapi dibiayai beberapa donatur," kata dia tanpa merinci penyokong dana.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Bramuda, mengatakan, Jazz Ijen ini baru digagas bersama PMI pada Senin kemarin, 3 November. Meski terkesan mendadak, dia menjamin penyelenggaraan Jazz Ijen tak mengecewakan. "Seluruh penyanyi nasional telah siap tampil," kata Bramuda.

Pada pertengahan Oktober, kebakaran melanda 150 hektare hutan di Gunung Ijen. Kebakaran kembali terjadi sejak Kamis pekan lalu, 30 Oktober hingga Selasa hari ini. Sedikitnya 50 hektare hutan belukar yang mengering dilalap api. [tempo/c2/foto:ilustrasi]

comments powered by Disqus