Malina Moye, Blues Itu Soal "Rasa", Bukan Teknik Permainan

Jumat, 28 November 2014

Digadang-gadang akan menampilkan performa terbaiknya di Indonesia, musisi asal Amerika Serikat, Malina Moye, siap meramaikan ajang Jakarta Blues Festival yang akan digelar Sabtu besok 29 November 2014 di Istora Senayan. Malina Moye dengan permainan gitarnya yang khas, disebut-sebut sebagai re-inkarnasai gitaris Jimmy Hendrix. Dia menyukai musik, terutama blues karena blues itu berbicara tentang rasa, bukan  teknik permainan alat. Demikian dikatakan Moye saat gelaran konferensi pers di Birdcage cafe, jakarta.

Moye yang baru pertama kali datang ke Jakarta ini mengatakan blues adalah akar dari berbagai macam jenis musik yang ada sekarang ini, seperti "folk" dan "funk".

Ketika bermain blues, lanjut Moye, ia dapat memasukkan unsur musik "rock" misalnya "Ini lah interpretasi saya tentang blues," kata gitaris kidal ini.

Dikatakan, meski kebanyakan mereka yang gandrung blues adalah kaum pria, Moye  tidak  peduli  dengan  itu  dan  tetap bermain sebagai dirinya sendiri. "Saya merasa bebas dan berdaya saat di panggung," kata Moye.

Moye adalah musisi keturunan Afrika-Amerika yang telah mengeluarkan album, antara lain "Diamonds & Guitars" pada tahun 2009 dan "Rock N Roll Baby" (2014).

Gitaris yang dijuluki "Jimi Hendrix Perempuan" ini pernah berbagi panggung dengan legenda blues David Honeyboy Edwards, Hubert Sumlin dan Pinetop Perkins.

Moye akan tampil di Jakblues Festival yang diadakan di Basket Hall dan Hall A-B-C Senayan pada 29 November 2014.

Selain Moye musisi luar negeri yang akan tampil adalah Kara Grainger, Soulmate, Shun Kikuta dan Maragold feat. Greg Howe.

Sementara itu, musisi dalam negeri yang tampil antara lain Slank, Gugun Blues Shelter, Ginda Bestari dan Margie Segers Motown Band. [pc/pr/c2/foto:istimewa]

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini