[Diary 3 MUSIKINI] NEW FACE NEW WAVE: Setiap Manusia Adalah Bulan, Punya Sisi Gelap Yang Diumpetin

Jumat, 23 Oktober 2015

New Face New WaveKalau kata penulis terkenal Mark Twain: setiap manusia pasti punya sisi gelap. Kalau kata saya: setiap manusia punya alter-ego. Pertanyaannya: maukah kita, kamu, dan kita, berdamai dengan sisi gelap itu? Atau kemudian malah menjadi budak kegelapan itu? Jangan-jangan benar yang dikatakan Twain: “Everyone is a moon and has a dark side he never shown to anybody” [Setiap orang adalah seperti bulan, mempunyai sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain].

SEBUAH pengakuan yang tidak mudah bukan? Berkata bahwa kita punya masa lalu yang gelap saja, seperti terasa seperti tertimpa beban jutaan kilogram. Ada ketakutan, malu, resah dan berusaha lari dari kenyataan yang kita rasakan setiap detik. Konsep dari lagu berjudul ‘Noda Hitam’ yang tidak ringan itu diangkat jadi konsep video klip dari band bernama New Face New Wave [NFNW] dari Semarang. Oh ya, sekadar informasi saja: band ini adalah salah satu band yang masuk dalam Kompilasi MUSIKINI VOL. 1 dengan pilihan genre electronic pop punk

Dibesut oleh Fitri [vocal], Pandu [gitar], Ekka [bass], Ari [kibor], dan Panji [drum], band ini memilih lokasi syuting di Universitas Negeri Semarang [Unnes], tempat semua personelnya kuliah. Parkiran Lantai 4, jadi lokasi yang mereka pajang dalam klip itu. Pilihan yang unik kalau bicara konsep yang tidak ringan itu. Oh ya, New Face New Wave adalah band ke-empat yang menjalani syuting dari rencana 8 band berurutan dari Kompilasi MUSIKINI VOL.1 ini.

Inti ceritanya sih bagaimana seseorang bisa lepas dari noda hitam hidupnya. Noda hitam itu macam-macam, bisa saja merokok dianggap noda hitam, pernah jadi pemabuk, dikucilkan sahabat atau urusan kampus yang menghalangi kehidupan kita. Lagu ini kaya ajakan untuk tidak takut begerak maju atau move on,” jelas Fitri, vokalis yang juga seorang penari ini semangat.

Semua memakan kostum hitam dan putih sebagai gambaran dari jalan cerita yang digarap oleh Dedi Ginanjar Reksawardana sebagai sutradara. Mungkin yang perlu ditegaskan adalah pilihan musikalnya. NFNW harus lebih berani memutuskan konsentrasi di genre apa.

Kami sebenarnya hanya ingin bermusik, tapi ketika masuk kompilasi ini mau tidak mau kami juga harus bertanggungjawab atas karya kami untuk lebih serius. Apalagi tim yang mendukung juga memberikan banyak pelajaran ketika masuk industri yang sebenarnya,” imbuh Putri lagi.

Tentang Kompilasi MUSIKINI VOL. 1

Kompilasi Musikini Vol 1Menjaring band-band Semarang dengan melibatkan musisi dan jurnalis musik nasional di Jakarta. Audisi dari Januari – Maret 2015 melahirkan 10 band yang masuk dalam kompilasi [yang akhirnya] bernama MUSIKINI VOL. 1.  10 band itu kemudian melakukan recording ulang dengan music director Ully Dalimunthe [MD-nya Dewi Sandra, Ari Lasso, Bunglon, Debrur, Ziva, dll] yang bekerjasama dengan Adi Oebant di Strato Studio Music Semarang. Melibatkan semua genre, kompilasi ini memang merangkul banyak pihak untuk menjadi salah satu kompilasi yang layak diperhitungkan dan tidak dikerjakan dengan setengah-setengah.

Album Kompilasi MUSIKINI VOL. 1 ini bisa dipesan melalui email ke : jokoisme07@gmail.com. (pr/bug)

comments powered by Disqus