29 November, Album Djanger Bali Diluncurkan

Rabu, 25 November 2015

Jika tidak ada aral-melintang, tanggal 29 November 2015 di Plaza Senayan, akan menjadi moment penting bagi eksistensi musik jazz tanah air. Ya,  pada  hari itu  album Djanger Bali akan diluncurkan untuk pertama kalinya.

Album Djanger Bali merupakan album jazz Indonesia pertama yang diluncurkan di luar negeri. Album yang dirilis pada tahun 1967 ini, direkam pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1967 di Saba Tonstudio, Villingen, Black Forrest, Jerman, dengan sound engineer Rolf Donner, dan Joachim Ernst-Berendt bertindak sebagai produser. Jazz band Indonesia dengan nama The Indonesian All Stars mendapat kesempatan rekaman dengan Tony Scott, seorang peniup klarinet jazz bebop terkemuka, asal Amerika yang berdomisili di Eropa.


Album Djanger Bali sendiri bukan hanya moment penting bagi jazz Indonesia, tapi juga peristiwa penting musik jazz di dunia dan menjadi catatan dengan tajuk “Jazz Meets the World” yang merupakan serial proyek rekaman Joachim Ernst-Berendt dengan label rekaman SABA. Album ini sempat dirilis ulang, masih dalam bentuk vinyl oleh MPS Records, Jepang, dan MPS Records-BASF, Jerman, pada tahun 1971. Baik dalam debut rilisnya, maupun rilis ulangnya, album Djanger Bali dihadirkan hanya dalam jumlah terbatas dan tidak pernah didistribusikan ke Indonesia. Hingga saat ini, vinyl  album Djanger Bali masuk kategori rare vinyl records.

Proses rilis ulang album legend ini lumayan panjang. Diawali dengan ditemukannya album Djanger Bali dalam bentuk vinyl dalam sebuah acara store day. Adalah David Karto, Managing Director demajors,  yang mendapatkan album itu dari seorang kolektor.

Album ini sempat dirilis ulang, masih dalam bentuk vinyl oleh MPS Records, Jepang, dan MPS Records-BASF, Jerman, padatahun 1971. Baik dalam debut rilisnya, maupun rilis ulangnya, album Djanger Bali dihadirkan hanya dalam jumlah terbatas dan tidak pernah didistribusikan ke Indonesia. Serta merta, hal ini menimbulkan niat untuk merilis album bersejarah tersebut di Indonesia dengan satu pemikiran sederhana, pencinta musik jazz Indonesia berhak mendapat kemudahan untuk mendapat album Djanger Bali. Demi musik jazz Indonesia.


Proses mendapatkan lisensi merilis ulang album Djanger Bali ternyata tidak mudah. Kepemilikan label rekaman SABA ternyata sudah berpindah tangan dan  akhirnya ijin merilis album tersebut didapatkan pada tahun 2014 dari Wolfgang Vault, sebagai pemilik seluruh katalog MPS-SABA. Namun perlu waktu satu tahun lagi untuk akhirnya bisa menyajikan album Djanger Bali dalam bentuk CD dengan cover art work yang sama dengan aslinya. Karena pihak Wolfgang Vault-pun tidak memiliki cover art work-nya. Setelah akhirnya mendapatkan vinyl dengan cover album yang berkualitas baik, album CD Djanger Bali diproduksi.


Pengumuman peluncuran album CD Djanger Bali sudah dilakukan tanggal 27 Oktober 2015, sesuai tanggal rekamannya pertama kali dilakukan 48 tahun yang lalu. 


Rencananya, moment utamanya digelar pada tanggal 29 November 2015 di stage bus jazz yang digunakan Rene van Helsdingen bersama Benny Mustafa van Diest tur  berkeliling Jawa – Bali melakukan pertunjukan jazz dari atas bis tersebut. Benny Mustafa van Diest adalah satu-satunya anggota The Indonesian All Stars yang masih aktif bermain musik. Bubi Chen, Jopie Chen, Maryono, dan Jack Lesmana telah lebih dahulu meninggalkan kita semua. Tony Scott juga sudah berpulang pada tahun 2007 di Roma, Itali.

Lagu-lagu yang direkam The Indonesian All Stars dalam album Djanger Bali akan dimainkan ulang oleh Tuslah (AdraKarim, ElfaZulham, dan Sri Hanuraga) di malam perayaan peluncuran album CD Djanger Bali untuk pertama kalinya di Indonesia. Setelah tahun 1977, inilah pertama kalinya lagu-lagu di album Djanger Bali dimainkan. Benny Mustafa van Diest dipastikan hadir bersama kita semua di moment penting itu. [PR/cpe/Demajors]

 

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini