Kemenperin Siap Dukung Industri Musik Indonesia

Senin, 1 Februari 2016

Kementerian Perindustrian siap menjamin pemenuhan hak seniman musik dan pelaku industri musik, termasuk perlindungan terhadap pembajakan melalui kebijakan pro industri musik. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Saleh Husin, saat menerima kunjungan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik RI (PAPPRI),pekan lalu.

"Kami siap mengawal industri musik untuk berkembang. Ada beberapa hal teknis yang perlu dikerjakan dan akan disinkronkan dengan lembaga lain," kata Saleh Husin .

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Pemerintah/Kelembagaan PAPPRI, yang juga anggota DPR Komisi Pendidikan, Anang Hermansyah, berharap, kebijakan pemerintah dapat mengikuti tren industri dan teknologi terkini. "Kami ingin peraturan yang ada mendukung karya yang ditampilkan melalui cakram optik atau compact disc,” ujarnya.
 

Anang  mengatakan pemerintah harus melindungi hak kekayaan intelektual pemusik dari  pembajakan. "Harus ada penindakan tegas dari pemerintah dan Polri. Ada lima pabrikan pengganda yang berkomitmen untuk menjual CD original. Ini harus dilakukan agar industri bisa tumbuh."


Di Indonesia, perlindungan hak kekayaan intelektual didasari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2004 tentang Sarana Produksi Berteknologi Tinggi untuk Cakram Optik.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PAPPRI Johnny W Maukar, perwakilan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, dan Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Zakiyudin.[tempo/c2/foto:istimewa]

comments powered by Disqus