"Supernova Concert: Launch of The Bands", Gairahkan Skena Musik Indie

Jumat, 8 April 2016

supernova concertBertepatan dengan perayaan Record Store Day (RSD) 2016, Supernova, aliansi musisi independen yang digawangi mahasiswa FIB UI akan menggelar event bertajuk “Supernova Concert: Launch of The Bands” di Rolling Stone Cafe, Jakarta (16/4). Dalam konser ini, sejumlah band indie dari berbagai genre musik akan merilis karya-karyanya secara bersamaan.

Musik yang kami tampilkan sangat bervariasi. Mulai dari pop soul, indie pop, hard rock, shoegaze, sampai third wave ska juga ada. Dari awal kami memang sengaja merancang Supernova sebagai skena musik indie yang plural, suportif dan bersahabat. Dan kami rasa RSD ini jadi momen yang pas untuk gelaran perdana kami,” jelas Pradana selaku inisiator Supernova.

Seperti umum diketahui, RSD adalah hari perayaan eksistensi musik rekaman sedunia. Setiap hari Sabtu ketiga di bulan April, ribuan musisi dari berbagai belahan dunia merayakan momen ini dengan merilis karya-karya mereka dalam bentuk fisik.

Memang sekarang ini trend musik digital semakin berkembang. Tapi kami percaya kalau rilisan fisik seperti vinyl, kaset dan CD tetap punya value tersendiri. Lewat rilisan fisik kita bisa menikmati karya audio sekaligus mengapresiasi artwork album yang dibuat seniman visual. Rilisan fisik ini menjadi wadah berkarya yang lebih luas,” tambah Pradana.

Di samping memeriahkan RSD 2016, Supernova Concert sekaligus menjadi ajang unjuk kebolehan bagi band-band pendatang baru di skena musik indie Jakarta, yakni Japra, 90 Horse Power, Skastra, Lex Nihilo, dan Di Tepi Langit. Untuk menonton acara ini, pengunjung Rolling Stone Cafe dapat membeli album CD dari salah satu band tersebut dan menunjukkannya sebagai tiket masuk.

Para Pengisi Acara

Biarpun terhitung pendatang baru, tidak semua band pengisi Supernova Concert bisa dikatakan “masih hijau”. Japra, misalnya. Band yang terbentuk pada tahun 2009 ini pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam acara ASEAN Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan di Malaysia. Japra juga sempat menjadi juara regional dalam event A Mild: Road to Soundrenaline. Di Supernova Concert ini mereka akan merilis ulang albumnya yang bertajuk “Soul Out”, berisi sembilan buah lagu bernafaskan jazz yang diwarnai oleh sentuhan rock, RnB, pop, soul dan folk. Berbekal tema lagu tentang cinta yang universal, Japra berusaha meluaskan musiknya agar bisa dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Selain  Japra, Supernova Concert akan menampilkan 90 Horse Power. Band pengusung indie pop ini terbentuk pada tahun 2013. Nama 90 Horse Power sendiri dipilih karena semangat bermusik para personilnya yang menggebu-gebu layaknya kuda liar di alam bebas. Bermodal semangat itu mereka pun telah berhasil merilis sebuah album single. Lewat album debutnya 90 Horse Power ingin mempromosikan nilai estetik dari simplicity, baik melalui tema lirik, notasi nada, maupun aksi panggungnya yang biasa membagikan barang kebutuhan sehari-hari seperti jamu masuk angin atau mie instan. Meski para personilnya bertenaga kuda, band ini percaya bahwa keindahan seni terletak dalam kesederhanaannya. 

Supernova Concert juga diramaikan oleh kehadiran Skastra. Secara usia, band ini memang terbilang masih “bayi”, baru lahir pada penghujung 2015 lalu. Namun pengalaman bermusik para personilnya jelas sudah tidak muda lagi. Terasa dari EP debut mereka yang berjudul “Renjana”. Dalam EP berisi tiga lagu tersebut, Skastra seolah ingin menunjukkan bahwa musik ska bisa didaur-ulang dan dieksplorasi dengan banyak cara. Berbeda dengan ska yang umum dimainkan Tipe-X, Shaggy Dog ataupun Souljah, ska ala Skastra memiliki kekhasannya sendiri. Bisa jadi, kekhasan tersebut muncul karena latar belakang para personilnya yang beragam. Skastra punya dua vokalis yang biasa menyanyikan orkes melayu dan folk. Pemain instrumennya pun datang dari habitat musik yang berlainan, mulai dari thrash metal, progressive metal, rock, jazz, blues sampai marching band. Kekayaan warna itulah yang akhirnya dilebur dalam beat Jamaica dan menjadikan musik Skastra terasa menyegarkan.

Tidak ketinggalan, Di Tepi Langit dan Lex Nihilo juga akan ambil bagian dalam meramaikan Supernova Concert. Di Tepi Langit merupakan sebuah music project yang mencoba membuat sintesis dari post-rock dan shoegaze. Sedangkan Lex Nihilo merupakan band bergenre hard rock. Mereka telah menelurkan album debut self titled “Lex Nihilo” yang berisikan lima buah lagu pemompa adrenaline. 

Lewat penyelenggaraan pesta rilisan kolektif ini, Supernova berharap bisa turut menggairahkan dinamika skena musik indie di Jakarta. (pr/bug)

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini