"BILA" Gerbang Awal KAYLA Serius di Musik

Kamis, 3 November 2016

KaylaIndustri musik Indonesia tak pernah kehabisan bakat baru. Seperti dedaunan, ketika gugur satu, akan muncul tunas-tunas yang lain. Salah satu yang bakal mekar adalah KAYLA. Potensi dari perempuan belia ini tak bisa dianggap remeh. Selain vokal yang ciamik, kemampuannya memainkan alat musik menjadi nilai plus ketika akhirnya merilis single debut bertajuk "BILA".

TAK banyak remaja yang ketika ditanya cita-citanya,menjawab tegas: penyanyi! Dan pemilik nama lengkap Dias Sekar Nabila ini, pengecualian. Bermusik sejak bocah, cewek berkacamata ini menemukan jawaban atas pencariannya selama ini lewat debut singgel bertajuk “BILA”. Sebagai solois anyar, KAYLA sejatinya sudah mengasah dirinya lewat banyak cara. Selain mematangkan teknik vokal, mempertajam permainan pianonya dan banyak mendengar referensi musik, KAYLA juga ditempa dari panggung ke panggung, meski tak bisa disebut masif.

Aku sering diminta nyanyi di acara-acara musik, dan hal itu membuat mental dan teknik bernyanyiku makin terasah. Selain itu aku juga jadi kenal banyak musisi senior, khususnya di Semarang,” tukas dara kelahiran 6 November 2002, yang bersekolah di Singapore International School [SIS] Semarang ini kalem. 

Menjadi tidak mengejutkan ketika akhirnya singgel debut “BILA” dirilis. Proses recording yang melelahkan, disikapi dengan santai oleh anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Budi Karyono dan Asti ini. Bicara soal singgelnya, KAYLA bertutur bahwa “BILA” adalah karya lawas dari seorang musisi senior Semarang Herry Hirmanto. Dengan sedikit perubahan aransemen, kemasan lagu yang dipandegani Andre Mayorga sebaga music director ini, terasa lebih kekinian dan cocok dengan karakter vokal KAYLA. Direkam di studio Brotherland Jakarta, KAYLA yang mendapuk Ine Maria menjadi vocal director-nya, bisa melewati proses itu dengan lancar.

Tidak ada kesulitan berarti ketika take vocal. Yang repot karena aku orangnya moody, jadi selama proses rekaman itu, aku ditemani sekeranjang cokelat untuk menjaga mood,” cerita pehobi baca novel ini sambil tertawa. “Sebelumnya, malah aku tidak boleh bawa gadget sama sekali selama beberapa hari, biar tidak ngerusak mood,” imbuh penyuka mie yang selalu meminta lampu studio dimatikan ketika take vocal untuk menemukan 'rasa' lagunya. 

Sementara Andre Mayorga selaku music director mengatakan, ”Saya meminta KAYLA untuk menyanyikan lagu ini tanpa kehilangan sosoknya sebagai remaja. Penghayatan dan penjiwaan lagu tentang cinta ini juga menyesuaikan dengan apa yang pernah dirasakan dan dialaminya sebagai remaja.” Buat Andre, tidak melulu persoalan lagu menjadi keren, tapi juga ruh dari lagu itu bisa muncul. “Dan Kayla punya kesanggupan memunculkan ruh lagu itu, padahal secara teknis lagunya sulit,” ucap pria asal Sumba, NTT ini kalem.

Selain sebagai gerbang awal masuk industri musik, singgel “BILA” ini juga menjadi penghantar untuk penikmat musik Semarang dan Indonesia, bahwa ada kepompong bernama KAYLA, yang siap menjadi kupu-kupu apik. Rasanya 'berdosa' kalau kita abai menyimak keindahan suaranya. Dan kini, bersiaplah terhanyut bersamanya. (pr/bug)

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini