Rasa Djakarta : Menikmati "Rujak" Musik Ala [:papayafil:]

Minggu, 6 November 2016

PapayafilBand asal Jakarta, [:papayafil:]​, menyajikan kemasan musik folk yang berbeda dalam singel "Rasa Djakarta". Rasa empati, simpati dan ​ tepo seliro menjadi tema utama dalam singel debut dari band beranggotakan Michael "Mike" Felisianus (Gitar, Slide & Vokal), Ricky Rahmadi Basoeki (Double Bass & Electric Bass), Johan "Johnny" Tambunan (Piano, Organ, Harmonika & Keyboard) serta Kaunang "Unang" Supratman (Drumcussion) tersebut.

Lirik "Rasa Djakarta" bercerita tentang keseharian yang seringkali kita temui di jalanan ibukota diantara hiruk pikuknya. "Ya ini sih kita lebih ke statement karena kita tumbuh dan besar di Jakarta, bagaimana kehidupan disini yang sebenarnya, terlepas dari pandangan orang tentang Jakarta kota besar metropolitan yang mewah dan gemerlap. Intinya balik bercermin ke diri sendiri sih biar ganteng, hahaha," ujar Mike.

"Biar menghibur, ngademin hati. Lebih enak berkesenian toh, daripada yang enggak-enggak, kayak berpolitik atau jadi koruptor," sambung Unang.

Melalui eksplorasi musik yang muncul dari keragaman budaya, empat personel [:papayafil:] pun sepakat bermain dengan konsep "mentah" dan "back to the roots" dengan pemahaman bahwa unsur akustik menjadi simbol musik rakyat lainnya. Petikan gitar, denting piano serta ketukan tradisional menjadi menu utama [:papayafil:] dalam kemasan musiknya. Dibalut dengan intrumen musik yang tidak biasa layaknya sebuah grup band, para awak ​band​ ini lebih memilih unsur kuno dalam bermain, contrabass alias double bass, bermacam perkusi indonesia serta hawaiian slide akustik gitar, sehingga ​mempercantik dan memperluas karya mereka. 

"Biar kayak jaman dulu, grup musik folk tapi unik karena ada unsur elektrik dan bas betot, belum lagi bunyi pukul-pukulan tradisional tapi modern," tutur Johnny.

Band yang terbentuk pada tahun 2009 ini menyebut musik mereka sebagai "rujak". "Kami menamakan band ini [:papayafil:]​, karena kami mengibaratkan musik kami seperti 'rujak' atas dasar keanekaragaman budaya namun bersatu dalam satu kesatuan yang indah dan rasa yang beragam. Kenapa spesifik kepada pepaya karena buah pepaya itu konon membuat lancar pencernaan sebagaimana kami berharap musik kami mudah dicerna dan diterima. Atau sebagai simbol tropikal, yang mana dengan mudah kita temui di Indonesia," pungkas Mike.

Seperti apa "rujak" musik ala [:papayafil:]​ ini? Langsung saja cicipi single "Rasa Djakarta" secara "gratis" di akun soundcloud [:papayafil:]!

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini