KAYLA Segera Rilis Video Klip "Bila"

Rabu, 30 November 2016

Kayla - Bila Video klipPenyanyi pendatang baru asal Semarang, Kayla, telah memperkenalkan diri ke dunia musik lewat singel debutnya, "Bila", awal November lalu. Tembang tersebut adalah karya lawas dari seorang musisi senior Semarang Herry Hirmanto. Dengan sedikit perubahan aransemen, kemasan lagu yang dipandegani Andre Mayorga sebaga music director ini, terasa lebih kekinian dan cocok dengan karakter vokal KAYLA

Bagi seorang pendatang baru, dikenal dan mengenalkan diri pada publik musik Indonesia, memang tak sekadar menyodorkan lagu enak, suara bagus dan musik ciamik. Visual yang memadai, dengan jalan cerita yang melibatkan emosi penontonnya, justru biasanya jadi punch line yang kuat. Hal itu sangat disadari oleh KAYLA dan tim manajemennya.  Alhasil, pilihan menggarap klipnya pun, dipersiapkan dengan apik. 

Alur klip “BILA” sebenarnya sederhana, bicara soal hubungan cinta jarak jauh atau Long Distance Relationship [LDR]. Pengembangan cerita memang berpijak pada lirik lagu yang dibedah jadi kisah cinta selama 4 menitan itu.  Kesepian seorang KAYLA dianalogikan dengan sangkar yang didalamnya ada origami bentuk burung. Karena KAYLA dan kekasihnya dalam konsep klipnya adalah remaja kekinian, mereka saling bermain simbol untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Dan teknologi yang KAYLA [dan kekasihnya] pakai adalah geocaching. 

Sekadar informasi, geocaching adalah kegiatan outdoor di mana para peserta menggunakan Global Positioning System [GPS] penerima atau navigasi teknik untuk menyembunyikan dan mencari wadah [disebut “geocaches” atau “cache”] di mana pun di dunia.

Lewat koordinat yang diberikan, KAYLA berhasil menemukan geocache box yang isinya origami juga di sebuah hutan pinus. Secara simbolik, origami itu mengatakan bahwa kekasihnya juga merindukan pertemuan dengan KAYLA. Lalu bagaimana akhir hubungan ‘cinta lewat teknologi’ itu?

Digarap oleh kliper Charles Nayoan, dari MEMO Studio, video klip singgel “BILA” ini memang menonjolkan simbol-simbol yang kuat dengan alur yang mudah dipahami. Penggunaan teknologi geocaches juga untuk memberikan sudut pandang berbeda, tentang hubungan yang intens, tapi tak melulu bicara cinta secara verbal. Penggambarannya terasa lebih romantic-futuristik. Hutan pinus di seputaran Bandungan, Kabupaten Semarang, memberi aksen yang lebih natural dan sejuk.

Lagu yang bagus, vokal yang memadai, lirik yang ciamik dan klip yang “menjerat emosi”, menjadi satu paket kisah cinta remaja masa kini. KAYLA hanya berpesan singkat: ketika jatuh cinta, kita tak akan bisa menolak untuk tidak jatuh cinta. Hmm, siap jatuh cinta pada KAYLA? (pr/bug)

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini