Playground, `Taman Bermain` Fusion Stuff

Kamis, 8 Februari 2018

Fusion Stuff

Fusion Stuff, band fusion jazz yang tengah memasuki usia ke–5 dalam perjalanan musiknya di Indonesia baru saja merilis album kedua yang bertajuk "Playground".

Band beranggotakan Krishna Siregar (keyboard), Kadek Rihardika (gitar), Franky Sadikin (bass), Damez Nababan (alto sax) dan satu-satunya personil perempuan muda berbakat, Jeanne Phialsa atau akrab dengan nama Alsa (drum) ini terbentuk sejak 11 Mei 2012. Maka tak heran, dengan chemistry yang udah terjalin sejak lama maka mereka berhasil meramu sebuah menu musikal yang asik untuk didengarkan.

Sederhananya, Playground berarti taman bermain. Namun menurut Khrisna, Playground punya makna yang sangat mendalam dan sarat emosional. Karena dalam setiap komposisi yang dihadirkan melibatkan sosok-sosok yang amat dicintainya. Sebut saja seperti lagu, Playground single andalannya di album ini. 

Lagu ini menceritakan tentang sebuah taman bermain yang indah jika diumpakan layaknya taman surga. Lagu dengan durasi 4.20 detik ini hadir dalam komposisi seimbang dari seluruh instrumen yang dihadirkan. Dan serunya, muncul suara putri cantik Krishna yang telah dipanggil oleh Sang Pencipta sebagai bagian dalam lagu tersebut.

"Saya belum pernah ke surga. Tapi saya meyakini apa yang indah-indah, pasti laksana surga. Dan bagi saya, menghadirkan komposisi musik dalam Playground, tak ubahnya seperti taman yang indah, yang saya ibaratkan seperti surga. Tempat anak saya bermain disana saat ini," ungkap founder Fusion Stuff ini.

Band yang kerap menjadi langganan event-event jazz ini membentangkan 7 trek dengan nuansa fusion, pop, rock dalam frame jazz yang cukup kental. Dan lagi-lagi, mereka masih konsisten bereksperimen tanpa menghadirkan unsur vokal. Dengan kata lain mereka masih setia dengan musik instrumental. Coba dengarkan lagu Bali Dancing Boy, Somewhere, Easy To Forget, Take It Easy, My Imagination Through Your’s dan To The Love. Semua lagu ini tak memiliki vokal, tapi tetap menjadi musik yang berkualitas.

Jangan lewatkan pula single Bali Dancing Boy yang akan menjadi single kedua dari album ini. “Ini sebuah lagu yang menarik. Karena meski ada kata Bali, kita sama sekali tak memasukan unsur instrumen asli apapun yang bersifat balinesse. dari Bali. Tapi kami mengaplikasikan keriangan bocah-bocah Bali ke dalam komposisi musik fusion yang kami buat,” tambah sahabat Indra Lesmana ini. 

Materi-materi tersebut menegaskan bahwa musik Fusion Jazz punya komposisi yang asik. Keyakinan Khrisna mungkin beralasan. Selain komitmen kuat diantara personil Fusion Stuff, mereka pun memiliki energi yang luar biasa dari komposisi “darah muda” dalam musikalitasnya. Seperti Alsa (drumer BaseJam, Erwin Gutawa), yang menemukan gairahnya dalam bermusik ketika bergabung dengan Fusion Stuff. Begitu juga Damez saxophonist muda yang namanya udah gak asing lagi bagi penikmat musik jazz. Belum lagi Kadek dan Franky yang kemampuannya di atas rata-rata.

Semua fakta ini membuat Fusion Stuff semakin siap memberikan warna dalam scene musik dalam negeri. Seperti apa album baru mereka? Segera dapatkan rilisan fisiknya melalui situs resmi Demajors di tautan ini! (pr/bug)

comments powered by Disqus
Tidak ada event minggu ini