Bila Para Dewa Gitar Ikut Menerbangkan "Puisi

Musisi, penyanyi sekaligus produser pernah dilakoni Ali Akbar. Namanya dikenal sejalan dengan perkembangan musik rock dekade 90-an.  Ali Akbar  konon kabarnya sukses melambungkan band "Gong 2000" yang dimotori Ian Antono. Hasil karyanya dalam bentuk lagu kebanyakan bercorak ekspresif. Ali sangat mudah tersentuh bila melihat situasi dan kondisi yang dipenuhi dengan ketidakadilan, keserakahan dan prilaku manusia yang mirip dengan binatang.

Dalam "Puisiku Terbang" Ali Akbar sukses mengejawantahkan sikap dan ekspresinya.  Proyek musikal Ali Akbar juga mendapat support dari kawan-kawan  sesama musisi, yakni Pay, Ian Antono, dan Eet Syahranie.

"Mencoba .. mencari... menggali... dan terus mencoba, mencari, menggali! Itulah yang saya laukan selama ini di kancah musik," tulis Ali Akbar dalam kata pengantar album garapan "HP Record"


Lagu "Puisiku Terbang" disajikan dengan sangat sederhana. Musik yang digarap Pay dengan lirik Ali Akbar  ini cukup "melenakan" . Diawali dengan petikan gitar para "Dewa Gitar" (Pay-Ian Antono- Eer Syahranie) menjadikan lagu ini mudah dikenali dan enak didengar. Setiap permainan gitar sang Dewa, masih mudah dikenali. Misalkan Pay yang menyajikan nada-nada rendah, yang kemudian disusul dengan cabikan gitar Ian Antono dan Eet Syahranie.  

Dalam "Mata Cinta" dukungan musisi Zoer (gitar akustik dan Elektrik, backing vokal), Zainal (bas, backing vokal), dan Pujie (dram), Ali Akbar menyajikan komposisi nada yang padat. Permainan  drum Pudjie yang dinamis, secara berkesinambungan disambung cabikan gitar Zoer menjadikan lagu ini lebih bertenaga. Meski dibawakan dengan gaya pop-rock, namun masih sangat manis untuk didengar. Ali Akbar dengan gayanya yang khas tidak terlalu repot dalam mengolah vokalnya mengikuti alunan para musisi lainnya.

Permainan musik yang "beda", bisa Anda dengarkan dalam "Mana Mungkin Kita Satu". Tembang dibawakan secara santai. Dengan balutan nada reggae, Ali Akbar mengkombinasikan dengan  beat-beat ringan, hingga selipan gitar ala rock.
 
Sajian Ali Akbar dalam "Inovasi = Topeng" dibuat dengan sajian nge-rock  yang sarat membawa pesan. Ali Akbar mencoba menyodorkan lirik kritis untuk menggugak banyak orang tentang sebuah inovasi yang tidak lain juga merupakan topeng penguasa.

Petaka datang saat tercipta topeng inovasi/perang dan lapar, tangis dan mayat bertebar di timur/ Nafsu menguasai Segalanya/ Budaya jadi tabu, Agama pudar/ Semua yang dari barat dapat tempat/semua yang dari timur selalu menjadi sampah ...akhir lagu disisipi pembacaan ayat suci Alquran.
 
Meski garapan musiknya rapi, namun album "Puisiku Terbang" sepertinya tidak ditujukan untuk "mendikte" pasar musik Indonesia. Bagi Ali Akbar, karya nyata lebih kongkret dari pada hanya berdiam diri dan menatap dari tepi. [lyz/cinmi/fotocover:HP Record]
 
 
 
comments powered by Disqus