Morfem, Ingin Tampil Cerdas dan Taktis

Dalam kancah musik Indonesia, nama band MORFEM sudah cukup dikenal. Kemunculan band asal Jakarta  ini tahun 2009 memang cukup bikin kaget blantika musik rock tanah air. Saat melansir album "Indonesia" tahun 2011, Morfem langsung mencuri perhatian. Lewat "Indonesia", album tersebut dinobatkan sebagai Album Favorit 2011 Versi Jakarta Globe, Album Terbaik 2011 Versi Trax Magazine, Album Terbaik 2011 Versi Majalah Rollingstone Indonesia (Peringkat 4), Lagu Indonesia Terbaik 2011 / Gadis Suku Pedalaman (Peringkat 3), Nominasi Album terbaik 2011 versi Majalah Tempo, dan bahkan salah satu dari 3 video klip mereka yang berjudul "Pilih Sidang Atau Berdamai" di nobatkan menjadi video klip terbaik (peringkat 1) oleh majalah Rollingstone Indonesia.

Morfem juga bikin "sensasi" saat meluncurkan mini album "Seka Ingusmu!" yang digratiskan di dunia maya. Konon, dalam 3 jam lebih dari 5000 fans mengunduh mini album tersebut.

Maret 2012 lalu, Morfem kembali meluncurkan album ketiganya bertajuk "Hey, Makan Tuh Gitar". Album yang diproduseri Jimi Multhazam dan Pandu Fuzztoni ini sebetulnya sudah direkam satu tahun sebelumnya di "Almos Studio". Setelah dipolas-poles, akhirnya label "Demajors  Records" melansir album yang berisi 11 lagu ini; 180 Derajat, Hey Tuan Botimen, Senjakala Cerita, Legenda Berbalut Ngeri, Era Gelap Sirna, Hujan Kunjungi Kami, Bocah Cadel Lampu Merah, Berlagak Gila!, Seka Ingusmu!, Cerdas dan Taktis, serta Jalan Darat (AntiBoring).

Kiprah personel dalam dunia musik memang bukan tergolong baru, Frontman Morfem Jimi Multazham (Vokalis) dikenal juga penggerak band "TheUpstair", juga Pandu Fathoni (gitaris The Porno),Freddie Warnerin (drummer Nervous Breakdown) maupun Bramasta Juan Sasongko (bassist JARB).

Seperti album sebelumnya, Morfem mengemas musiknya dengan sangat simpel. Tidak hanya itu, lirik-liriknya juga dibuat dengan gaya bahasa mengalir. Kedua komponen, musik dan lirik, inilah yang saling menguatkan sehingga  lagu yang diciptakan menjadi enak untuk didengar. Misalkan  dalam "180 derajat", bisa dibilang musik pengiring tergolong "standart", sebagaimana alunan musik rock kebanyakan. Namun keahlian Jimi dan kawan-kawan melakukan "manipulasi" nada menjadi kelebihan band ini. Pada awal lagu dibuat agak keras, namun dipertengahan disisipkan dengan  kocokan gitar berintonasi rendah. Dibagian lain malah menjadikan melodi gitar sebagai backgroud.

Kelugasan Morfem juga terlihat dengan gayanya sang vokalis yang "ngobrol" saat membawakan lagu. Silakan cek dalam "Hey Tuan Botimen" dan "Hujan Kunjungi Kami". Sesekali Morfem juga mengimbuhi lagunya dengan 'koor' para personel yang cukup kompak. Untuk skill memainkan piranti alat musik, sudah tidak diragukan lagi.   

Bermusik yang tanpa beban sepertinya menjadi filosofi Morfem, dan menjadi  latarbelakang munculnya album ini. Seperti halnya bait dalam "Cerdas dan Taktis", Morfem ingin tampil apa adanya. Menikmati hidup yang singkat dengan bahagia, tertawa, mencinta dan berbagi. "Dunia penuh tipu daya/Jangan sampai kau yang nanti dikadali/ Kaulah yang kendali keadaan, Berbahagialah senantiasa tertawa...Good Luck Morfem [lyz/foto:morfem]
comments powered by Disqus