ST12 dibentuk di Bandung pada tanggal 20 Januari 2004 oleh Ilham Febry/Pepep (drum), Dedy Sudrajat/Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten/Charly (vokalis), dan Iman Rush (gitaris). Nama ST12 sendiri dipilih karena sesuai dengan nama jalan dimana grup tersebut terbentuk yaitu di Jl. Stasiun Timur No.12 (ST singkatan dari Stasiun Timur). Di jalan itulah, tepatnya di studio OMS, para personel ST12 dan juga para musisi senior maupun yunior di kota Kembang sering berkumpul.

Meski para personelnya menggemari aliran musik yang berbeda-beda, namun ST12 mantap memilih warna musik Melayu. Awalnya cukup sulit menemukan label yang mau menerima aliran musik yang mereka mainkan, sehingga mereka akhirnya menempuh jalur indie (independent). Album perdana, Jalan Terbaik pun dirilis pada tanggal 7 September 2005. Album ini berisi 10 buah lagu dengan hits singel lagu yang berjudul Aku Tak Sanggup Lagi, Rasa Yang Tertinggal dan Aku Masih Sayang. Album ini sekaligus sebagai album pertama dan terakhir Iman Rush bersama ST 12, karena saat tour album di Semarang ia mengalami kecelakaan lalu lintas karena ditabrak lari sebelum konser dimulai pada bulan Oktober 2005.

Kesuksesan album "Jalan Terbaik" membuka jalan bagi mereka untuk bergabung dengan label Trinity Optima Production. Bersama Trinity, ST12 pun merilis album P.U.S.P.A (2008), P.U.S.P.A Repackaged (2009), dan Pangeran Cinta (2010).
 
Di akhir tahun 2011, tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2011 sang vokalis, Charly memilih untuk mengundurkan diri dari band yang membesarkan namanya ini. Langkah Charly ini diikuti oleh Pepeng empat hari berselang. Charly dan Pepeng kemudian membentuk Setia Band.
 
Ditinggal dua rekannya tak membuat Pepep patah arang. Pada tahun 2012 Pepep mereformasi ST12 dengan menggaet personel-personel baru. Dan di tahun 2013 album anyar mereka, "Lentera Hati" pun lahir di bawah naungan Universal Music Indonesia.