Kebhinnekaan Akustik dalam Sukastic

Sukastic

Makna kebhinnekaan diterapkan band akustik yang bernama Sukastic dalam karir bermusik mereka selama ini. Perbedaan basic musik, latar belakang dan pengetahuan diramu menjadi satu langkah bersama, sekaligus tantangan untuk menyatukan persepsi dalam bermusik serta berkarya. Menghasilkan kekayaan ide musikalitas dan improvisasi yang berujung pada warna serta nuansa musik tersendiri.  

Meskipun sempat berganti personel beberapa kali, saat ini Sukastic mantap dengan personel terdiri dari Diwa Hutomo (vokal), Berny Hanteriska (flute, blockflutes, tin whistle), Cahyo Setyohadi (gitar, biola), Damar Sandibrata (gitar), Dibya Imam Prasetya (bass), Bevy Hanteriska (percussions, oboe) dan Nikko Yuvi Ade (drums).

“Kecintaan pada musik akustik menjadi dasar terbentuknya Sukastic pada pertengahan 2006. Apalagi band akustik masih jarang ditemukan di negeri ini. Terutama band akustik yang memiliki balutan nada-nada bernuansa pop dengan sentuhan jazz dan folk. Balutan nada ini kami pilih untuk menghadirkan karya-karya yang berkesan simple dan easy listening. Kami menyebutnya acoustic pop jazz,” ujar Berny.     

Selain itu, meskipun ada beberapa karya yang belum di take, tapi Sukastic telah memiliki enam lagu seperti Inginku Anganku, Cerita Hari Ini, Dewiku, Iri, Nuansa Hati dan Inginkanmu. Pada lagu Inginkanmu, Sukastic memasukkan nuansa Jawa, serta Irlandia di lagu Cerita Hari Ini.

“Keenam lagu tersebut rencana akan masuk dalam mini album indie. Tentunya, dipasarkan dengan cara yang juga indie. Cuma menunggu waktu yang tepat. Selain itu, lewat karya ini kami mencoba menarik minat pecinta musik di Indonesia melalui setting instrumen yang unik. Hingga nantinya bisa lebih menyemarakkan blantika musik di Indonesia,” tambah Cahyo. [krol/it1/foto:istimewa]