UNGU - PENGUASA HATI


Diantara begitu menjamurnya kemunculan pendatang baru, band-band "lama" seperti UNGU memang harus memberikan sesuatu yang menarik agar tetap dilirik khalayak musik tanah air. Dan mereka pun menyuguhkan hal tersebut dalam album kelima bertajuk "Penguasa Hati".

Penguasa Hati : Nilai Plus Untuk UNGU

Diantara begitu menjamurnya kemunculan pendatang baru, band-band 'lama' seperti UNGU memang harus memberikan sesuatu yang menarik agar tetap dilirik khalayak musik tanah air. Dan mereka pun menyuguhkan hal tersebut dalam album kelima bertajuk "Penguasa Hati".

Mendengar single pertama yang diberi judul "Hampa Hatiku", penikmat musik pasti setuju bahwa ada sesuatu yang berbeda disodorkan UNGU. Pasha, Makki, Enda, Onci dan Rowman menghadirkan tembang bernuansa pop-rock yang dicampur dengan sound ala timur tengah, ditambah bumbu dangdut lewat suara suling dan gendang. Dan untuk menyempurnakannya, penyanyi dangdut kenamaan seperti Iis Dahlia pun didaulat sumbang suara.

Belum lagi selingan ocehan dari rapper Munkee '7 Kurcaci', lagu ini benar-benar berbeda dari kebanyakan lagu Melayu yang tengah menjadi tren. Memang ada sentuhan Melayu, namun tak mendayu dan lebih inovatif serta berkelas.

Menilik lagu lain dalam album yang baru saja dirilis pada 1 Mei 2009 ini, memang tak semuanya merupakan terobosan baru. UNGU tetap 'bermain aman' dalam lagu-lagu seperti "Dilema Cinta", "Ku Ingin Selamanya", "Beri Aku Waktu", "Luka Disini", "Terang Dalam Gelapku" dan juga "Penguasa Hatiku". Beberapa lagu tersebut masih UNGU banget alias menggunakan sound atau teknik yang tak jauh berbeda dari lagu-lagu mereka terdahulu.

Namun jika ingin mendengarkan perubahan musik UNGU yang mungkin bisa disebut sebagai suatu kemajuan, coba putar "Akulah Cintamu" yang hadir dengan nyawa rock dimana sound drum lebih berat dan distorsi gitar pun dikedepankan. Vokal Pasha yang mendayu pun terdengar lebih nge-rock dalam lagu ini.

Dengar juga tembang bertajuk "Kau Tahu" yang hadir dengan nuansa lebih ceria. Kali ini musik UNGU diwarnai iringan keyboard dengan sound ala gospel. Lumayan catchy meski UNGU coba bermain di 'wilayah jajahan' Sheila On 7.

Ada pula lagu bertema nasionalisme seperti "Indonesiaku" yang lengkap dengan intro suara-suara orang pedalaman dengan lirik yang mendeskripsikan kecintaan terhadap bumi Indonesia. "Kucinta hijaunya alammu. Kucinta birunya lautmu. Kucinta semua yang ada padamu indonesiaku..." begitulah sedikit penggalan liriknya. Atau yang memberikan semangat seperti lagu bertajuk "Yang Pertama". Lagu bertema juara ini hadir bernuansa rock dengan tempo cepat, benar-benar memicu semangat.

Tapi diantara semua lagu, satu yang paling menarik penulis justru bukanlah lagu yang dinyanyikan Pasha, yakni "Badai Kini Berlalu". Dengan lengkingan suara falsetto milik Enda sang gitaris dan sound gitar, bass dan drum yang full ala rock bertempo cepat, lagu ini terdengar sangat berbeda dari yang lain. Sama sekali tak seperti UNGU, meski terdengar ke-Muse-an. Penulis memberikan nilai plus dalam keseluruhan album "Penguasa Hati" karena lagu ini. (mag)